Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Fatir : Ayat 21

Tafsir As-Sa'di
"Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang me-lihat. Dan tidak pula sama gelap gulita dengan cahaya, dan tidak pula sama yang teduh dengan yang panas, dan tidak pula sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguh-nya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehen-dakiNya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar. Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan. Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan." (Fathir: 19-24).

(19-23) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa sesungguhnya tidak sama dalam hikmah (kebijaksanaan) Allah hal-hal yang berla-wanan dan dalam apa-apa yang telah Allah letakkan dalam fitrah hamba-hambaNya. Maka tidaklah ﴾ يَسۡتَوِي ٱلۡأَعۡمَىٰ ﴿ "sama orang yang buta ," yaitu yang daya penglihatannya rusak, ﴾ وَٱلۡبَصِيرُ 19 وَلَا ٱلظُّلُمَٰتُ وَلَا ٱلنُّورُ 20 وَلَا ٱلظِّلُّ وَلَا ٱلۡحَرُورُ 21 وَمَا يَسۡتَوِي ٱلۡأَحۡيَآءُ وَلَا ٱلۡأَمۡوَٰتُۚ ﴿ "dengan orang yang me-lihat. Dan tidak pula sama gelap gulita dengan cahaya. Dan tidak pula sama yang teduh dengan yang panas, dan tidak pula sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati." Sebagaimana telah kalian akui dan tidak ada keraguan bahwa hal-hal yang disebutkan ini tidak sama, maka demikian pula, hendaklah kalian ketahui bahwa tidak adanya kesamaan di antara hal-hal yang berlawanan yang bersifat spiritual tentu lebih utama dan lebih utama. Maka tidak sama orang yang beriman dengan orang yang kafir, tidak sama orang yang mendapat petunjuk dengan orang yang sesat, tidak sama orang yang berilmu dengan orang yang bodoh, tidak sama pula para penghuni surga dengan para penghuni neraka, dan tidak juga orang-orang yang hatinya hidup dengan orang-orang hatinya mati.
Perbedaan dan perselisihan yang ada di antara hal-hal terse-but sangat banyak sekali, hanya Allah yang mengetahuinya secara pasti. Lalu, apabila Anda telah mengetahui tingkatan-tingkatan-(nya) dan Anda dapat membedakan segala sesuatu, dan apa yang sepantasnya diperlombakan untuk diraih itu sudah menjadi jelas dari lawannya, maka hendaklah orang yang mempunyai tekad sungguh-sungguh memilih untuk dirinya apa yang lebih utama baginya dan lebih berhak diutamakan.
﴾ إِنَّ ٱللَّهَ يُسۡمِعُ مَن يَشَآءُۖ ﴿ "Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehendakiNya," pendengaran untuk memahami dan menerima. Sebab Allah-lah Yang memberi petunjuk dan taufik.
﴾ وَمَآ أَنتَ بِمُسۡمِعٖ مَّن فِي ٱلۡقُبُورِ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tiada sanggup men-jadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar." Maksudnya, orang-orang yang mati hatinya. Atau, sebagaimana seruanmu tidak berguna bagi para penghuni kubur sedikitpun, maka demikian pula tidak berguna bagi pembangkang lagi keras kepala sedikitpun. Kewajibanmu hanyalah memberikan peringatan dan menyampai-kan apa yang karenanya kamu diutus, baik ucapanmu diterima ataupun tidak. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ إِنۡ أَنتَ إِلَّا نَذِيرٌ ﴿ "Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan."
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di