Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

As-Saffat : Ayat 10

"Demi rombongan yang bershaf-shaf dengan sebenar-benar-nya, dan demi rombongan yang melarang dengan sebenar-benarnya, dan demi rombongan yang membacakan pelajaran, sesungguhnya sembahanmu benar-benar Esa. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dan Rabb tempat-tempat terbit matahari. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan bintang-bintang, dan telah memeliharanya dari setiap setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak dapat mendengar (pem-bicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, akan tetapi barangsiapa yang mencuri (pendengaran); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang. Maka tanyakanlah kepada mereka, 'Apakah mereka lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?' Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat." (Ash-Shaffat: 1-11).
Tafsir As-Sa'di
(10) Kalau saja Allah سبحانه وتعالى tidak mengecualikan, niscaya hal itu menjadi dalil yang membuktikan bahwasanya setan-setan itu tidak akan dapat mendengar apa pun sama sekali. Akan tetapi Dia berfir-man, ﴾ إِلَّا مَنۡ خَطِفَ ٱلۡخَطۡفَةَ ﴿ "Akan tetapi barangsiapa yang mencuri (pendengar-an." Maksudnya, kecuali siapa di antara setan-setan pembangkang itu yang mengambil secara rahasia dan mencuri satu kata,﴾ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ ثَاقِبٞ ﴿ "maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang" kadang ia dapat menghanguskannya sebelum setan itu menyampaikannya kepada para sekutunya sehingga berita dari langit pun terputus (terjaga), dan kadang ia sempat menyampaikannya sebelum suluh api itu menghanguskannya. Pada saat itulah setan-setan itu menambah kalimat yang dicuri itu dengan seratus dusta, mereka mempropa-gandakannya disebabkan satu kata yang berhasil ia curi dari langit.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di