Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
As-Saffat : Ayat 35
Tafsir As-Sa'di
"Sebagian dari mereka menghadap kepada sebagian yang lain berbantah-bantahan. Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dari kanan.' Mereka menjawab, 'Sebe-narnya kamulah yang tidak mau beriman.' Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melam-paui batas. Maka pastilah putusan Rabb kita menimpa kita; se-sungguhnya kita akan merasakan. Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat. Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab. Sesungguhnya demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat. Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikata-kan kepada mereka, 'La ilaha illallah' mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata, 'Apakah sesungguhnya kami harus me-ninggalkan sesembahan-sesembahan kami karena seorang penyair gila?' Sebenarnya dia telah datang membawa kebenaran dan mem-benarkan rasul-rasul. Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih. Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan. " (Ash-Shaffat: 27-39).
(35-36) Kemudian Allah menjelaskan bahwa kejahatan mereka telah sampai pada puncaknya dan melampaui batas pun-caknya, seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka, 'La ilaha illallah'," lalu diserukan kepadanya dan mereka diperintah supaya meninggal-kan penyembahan kepada selain Dia, ﴾ يَسۡتَكۡبِرُونَ ﴿ "mereka menyom-bongkan diri," darinya dan terhadap orang yang datang membawa-nya. ﴾ وَيَقُولُونَ ﴿ "Dan mereka berkata" dengan maksud menentangnya, ﴾ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓاْ ءَالِهَتِنَا ﴿ "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan se-sembahan-sesembahan kami" yang tetap kami sembah dan juga oleh bapak-bapak kami hanya karena perkataan ﴾ لِشَاعِرٖ مَّجۡنُونِۭ ﴿ "seorang penyair gila?" Yang mereka maksud adalah Nabi Muhammad a. Mereka tidak cukup hanya berpaling darinya (semoga Allah meng-azab mereka) dan tidak pula hanya mendustakan hingga mereka mencapnya dengan hukum yang paling zhalim serta menjadikan-nya sebagai seorang penyair yang gila, padahal mereka mengetahui bahwa beliau tidak mengenal syair dan para penyair, tidak pula cirinya dan ciri mereka. Dan sesungguhnya beliau adalah manusia yang paling berakal dan paling lurus cara pandangnya.
(35-36) Kemudian Allah menjelaskan bahwa kejahatan mereka telah sampai pada puncaknya dan melampaui batas pun-caknya, seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka, 'La ilaha illallah'," lalu diserukan kepadanya dan mereka diperintah supaya meninggal-kan penyembahan kepada selain Dia, ﴾ يَسۡتَكۡبِرُونَ ﴿ "mereka menyom-bongkan diri," darinya dan terhadap orang yang datang membawa-nya. ﴾ وَيَقُولُونَ ﴿ "Dan mereka berkata" dengan maksud menentangnya, ﴾ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓاْ ءَالِهَتِنَا ﴿ "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan se-sembahan-sesembahan kami" yang tetap kami sembah dan juga oleh bapak-bapak kami hanya karena perkataan ﴾ لِشَاعِرٖ مَّجۡنُونِۭ ﴿ "seorang penyair gila?" Yang mereka maksud adalah Nabi Muhammad a. Mereka tidak cukup hanya berpaling darinya (semoga Allah meng-azab mereka) dan tidak pula hanya mendustakan hingga mereka mencapnya dengan hukum yang paling zhalim serta menjadikan-nya sebagai seorang penyair yang gila, padahal mereka mengetahui bahwa beliau tidak mengenal syair dan para penyair, tidak pula cirinya dan ciri mereka. Dan sesungguhnya beliau adalah manusia yang paling berakal dan paling lurus cara pandangnya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di