Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Sad : Ayat 1
"Shad, demi al-Qur`an yang mempunyai keagungan. Sebenar-nya orang-orang kafir itu dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit. Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri. Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan dari ka-langan mereka; dan orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta.' Mengapa ia menjadikan sesem-bahan-sesembahan itu sesembahan Yang Satu saja. Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka, 'Pergilah kamu dan bersabarlah terhadap sembahan-sembahanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini tidak lain hanyalah pengada-adaan belaka. Mengapa al-Qur`an itu diturunkan kepadanya di antara kita.' Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap al-Qur`anKu, dan sebenarnya mereka belum merasakan azabKu. Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Rabbmu Yang Mahaperkasa lagi Maha Pemberi. Atau apakah mereka memiliki kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? Maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga. Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan." (Shad: 1-11).
Tafsir As-Sa'di
(1) Ini adalah penjelasan dari Allah سبحانه وتعالى perihal al-Qur`an dan perihal orang-orang yang mendustakannya dan mendustakan orang yang datang membawanya, seraya berfirman, ﴾ صٓۚ وَٱلۡقُرۡءَانِ ذِي ٱلذِّكۡرِ ﴿ "Shad, demi al-Qur`an yang mempunyai keagungan." Yakni, yang mempunyai kedudukan yang agung dan kemuliaan, yang mengingatkan ma-nusia akan segala apa yang mereka butuhkan, seperti pengetahuan tentang nama-nama Allah, sifat-sifatNya dan perbuatan-perbuatan-Nya, dan seperti pengetahuan tentang hukum-hukum syariatNya serta pengetahuan tentang hukum-hukum di akhirat kelak dan pembalasan.
Jadi, al-Qur`an itu mengingatkan mereka tentang prinsip-prinsip dan cabang-cabang agama mereka. Dan di sini tidak diper-lukan penyebutan apa yang disumpahkan, karena pada hakikatnya yang digunakan bersumpah dan yang disumpahkan adalah satu (sama), yaitu al-Qur`an yang disifati dengan sifat yang mulia ini.
Jadi, al-Qur`an itu mengingatkan mereka tentang prinsip-prinsip dan cabang-cabang agama mereka. Dan di sini tidak diper-lukan penyebutan apa yang disumpahkan, karena pada hakikatnya yang digunakan bersumpah dan yang disumpahkan adalah satu (sama), yaitu al-Qur`an yang disifati dengan sifat yang mulia ini.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di