Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Sad : Ayat 17
"Dan ingatlah hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuat-an; sesungguhnya dia amat taat. Sesungguhnya Kami menunduk-kan gunung-gunung untuk bertasbih bersamanya di waktu petang dan pagi, dan burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaan-nya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan." (Shad: 18-20).
Tafsir As-Sa'di
(17) Maka Allah berfirman kepada RasulNya, ﴾ ٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ ﴿ "Ber-sabarlah atas segala apa yang mereka katakan" sebagaimana para rasul sebelummu telah bersabar, sebab sesungguhnya perkataan mereka sama sekali tidak membahayakan kebenaran dan tidak membahaya-kanmu sedikitpun, melainkan membahayakan diri mereka sendiri.
(17) Setelah Allah سبحانه وتعالى memerintah RasulNya untuk bersabar dalam menghadapi kaumnya, Dia memerintah beliau untuk memo-hon pertolongan dalam bersabar tersebut dengan beribadah hanya kepada Allah saja dan mengingat-ingat keadaan para ahli ibadah, sebagaimana dikatakanNya di dalam ayat yang lain,
﴾ فَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ قَبۡلَ طُلُوعِ ٱلشَّمۡسِ وَقَبۡلَ غُرُوبِهَاۖ ﴿
"Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertas-bihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya." (Thaha: 130).
Dan di antara ahli ibadah yang teragung adalah Nabiyullah Dawud عليه السلام, yang ﴾ ذَا ٱلۡأَيۡدِۖ ﴿ "mempunyai kekuatan," maksudnya, ke-kuatan yang sangat besar untuk beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى yang terdapat pada jasad dan dalam hatinya, ﴾ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ﴿ "sesungguhnya dia amat taat," maksudnya, selalu kembali kepada Allah dalam segala permasalahannya dengan inabah kepadaNya, mencintai, meng-hambakan diri, takut, berharap dan selalu merendahkan diri dan berdoa kepadaNya; selalu kembali kepadaNya di kala terlanjur melakukan kekeliruan dengan cara menghentikan kesalahan itu dan bertaubat dengan sebenarnya.
(17) Setelah Allah سبحانه وتعالى memerintah RasulNya untuk bersabar dalam menghadapi kaumnya, Dia memerintah beliau untuk memo-hon pertolongan dalam bersabar tersebut dengan beribadah hanya kepada Allah saja dan mengingat-ingat keadaan para ahli ibadah, sebagaimana dikatakanNya di dalam ayat yang lain,
﴾ فَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ قَبۡلَ طُلُوعِ ٱلشَّمۡسِ وَقَبۡلَ غُرُوبِهَاۖ ﴿
"Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertas-bihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya." (Thaha: 130).
Dan di antara ahli ibadah yang teragung adalah Nabiyullah Dawud عليه السلام, yang ﴾ ذَا ٱلۡأَيۡدِۖ ﴿ "mempunyai kekuatan," maksudnya, ke-kuatan yang sangat besar untuk beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى yang terdapat pada jasad dan dalam hatinya, ﴾ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ﴿ "sesungguhnya dia amat taat," maksudnya, selalu kembali kepada Allah dalam segala permasalahannya dengan inabah kepadaNya, mencintai, meng-hambakan diri, takut, berharap dan selalu merendahkan diri dan berdoa kepadaNya; selalu kembali kepadaNya di kala terlanjur melakukan kekeliruan dengan cara menghentikan kesalahan itu dan bertaubat dengan sebenarnya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di