Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Sad : Ayat 21

"Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar di mihrab? Ketika me-reka masuk kepada Dawud lalu ia terkejut karena mereka. Mereka berkata, 'Janganlah kamu merasa takut; kami adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zhalim ke-pada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan haq (adil) dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjuki-lah kami ke jalan yang lurus. Sesungguhnya saudaraku ini mem-punyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mem-punyai seekor saja. Maka ia berkata, 'Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan.' Dawud berkata, 'Sesungguhnya dia telah berbuat zhalim kepadapmu de-ngan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kam-bingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zhalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih; dan amat sedikitlah mereka ini.' Dan Dawud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Rabbnya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mem-punyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik. Hai Dawud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah di muka bumi, maka berilah keputusan di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan." (Shad: 21-26).
Tafsir As-Sa'di
(21) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwasanya Dia telah menganugerahkan kepada NabiNya, Dawud عليه السلام, kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan di antara manusia, hingga ia menjadi terkenal dengan sifat itu dan menjadi sandaran, maka Allah menyebutkan berita tentang dua orang yang berselisih di hadapannya dalam suatu perkara yang mana keduanya dijadikan oleh Allah sebagai fitnah (cobaan) bagi Nabi Dawud عليه السلام dan pelajaran (nasihat) atas kekeliruan yang dilakukannya. Lalu Allah menerima taubat dan mengampuninya, dan Allah menakdirkan perkara tersebut baginya. Maka Allah تعالى berkata kepada NabiNya, Muhammad a, ﴾ وَهَلۡ أَتَىٰكَ نَبَؤُاْ ٱلۡخَصۡمِ ﴿ "Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara?" Sebab ia merupakan berita yang sa-ngat menakjubkan, ﴾ إِذۡ تَسَوَّرُواْ ﴿ "ketika mereka memanjat pagar" untuk menemui Nabi Dawud ﴾ ٱلۡمِحۡرَابَ ﴿ "di Mihrab," yaitu tempat ibadah beliau tanpa izin dan tanpa minta izin terlebih dahulu, mereka tidak masuk untuk menjumpainya lewat pintu.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di