Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Sad : Ayat 23

"Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar di mihrab? Ketika me-reka masuk kepada Dawud lalu ia terkejut karena mereka. Mereka berkata, 'Janganlah kamu merasa takut; kami adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zhalim ke-pada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan haq (adil) dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjuki-lah kami ke jalan yang lurus. Sesungguhnya saudaraku ini mem-punyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mem-punyai seekor saja. Maka ia berkata, 'Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan.' Dawud berkata, 'Sesungguhnya dia telah berbuat zhalim kepadapmu de-ngan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kam-bingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zhalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih; dan amat sedikitlah mereka ini.' Dan Dawud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Rabbnya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mem-punyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik. Hai Dawud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah di muka bumi, maka berilah keputusan di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan." (Shad: 21-26).
Tafsir As-Sa'di
(23) Maksudnya adalah, bahwa kedua orang yang berseng-keta ini telah diketahui bahwa tujuan mereka adalah mencari ke-benaran yang jelas lagi murni. Jika demikian, maka mereka akan menceritakan kepada Dawud tentang informasi mereka dengan benar. Nabiyullah Dawud sama sekali tidak merasa muak oleh nasihat mereka berdua padanya dan tidak pula mencela keduanya, di mana salah satu dari keduanya berkata, ﴾ إِنَّ هَٰذَآ أَخِي ﴿ "Sesungguhnya saudaraku ini," artinya ia menyatakan persaudaraan seagama atau seketurunan atau persahabatan untuk menyatakan tidak adanya perbuatan zhalim, dan bahwa perbuatan zhalimnya yang keluar darinya lebih besar daripada yang lain; ﴾ لَهُۥ تِسۡعٞ وَتِسۡعُونَ نَعۡجَةٗ ﴿ "mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina." Ini adalah suatu keun-tungan yang sangat besar yang patut diterima dengan puas hati atas apa yang telah dikaruniakan Allah, ﴾ وَلِيَ نَعۡجَةٞ وَٰحِدَةٞ ﴿ "dan aku mempunyai seekor saja." Lalu ia berambisi memilikinya. ﴾ فَقَالَ أَكۡفِلۡنِيهَا ﴿ "Maka ia berkata, 'Serahkanlah kambingmu itu kepadaku'," maksudnya, biarkan-lah semuanya padaku dalam tanggunganku, ﴾ وَعَزَّنِي فِي ٱلۡخِطَابِ ﴿ "dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan." Yakni, dia telah mengalahkanku dalam perkataan, dan ia terus mengalahkanku atau hampir.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di