Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Sad : Ayat 39

Tafsir As-Sa'di
"Dan Kami karuniakan kepada Dawud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat. Ketika dipertun-jukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan yang cepat waktu berlari pada waktu sore, maka ia berkata, 'Se-sungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik ini sehingga aku lalai mengingat Rabbku sampai kuda itu hilang dari pandangan. Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku.' Lalu ia mengusap-ngusap kaki dan lehernya. Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami tempatkan di atas kursinya sebatang tubuh, kemudian ia bertaubat. Ia berkata, 'Ya Rabbku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak pantas dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.' Kemudian Kami tundukkan kepa-danya angin yang berhembus dengan baik, yang menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan setan-setan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan setan yang lain yang terikat dalam belenggu. Inilah anugerah Kami; maka berikanlah atau tahanlah dengan tiada perhitungan. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik." (Shad: 30-40).

(35-39) ﴾ قَالَ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَهَبۡ لِي مُلۡكٗا لَّا يَنۢبَغِي لِأَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِيٓۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ ﴿ "Ia ber-kata, 'Ya Rabbku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak pantas dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Pemberi'." Allah pun mengabulkan doa beliau dan mengampuni beliau serta mengembalikan kerajaan kepadanya, dan bahkan Allah menambahkan untuknya kerajaan yang belum pernah terjadi bagi seorang pun sesudahnya, yaitu patuhnya setan-setan kepadanya, mereka membangun apa yang beliau kehendaki dan menyelam di dasar laut untuknya, mereka mengeluarkan mu-tiara-mutiara dan perhiasan. Dan siapa saja yang durhaka kepada-nya di antara mereka, maka ia membelenggu dan mengikatnya dengan belenggu, dan Kami katakan kepadanya, ﴾ هَٰذَا عَطَآؤُنَا ﴿ "Inilah anugerah Kami" maka berbahagialah dengannya, ﴾ فَٱمۡنُنۡ ﴿ "maka berikanlah" kepada siapa saja yang kamu kehendaki ﴾ أَوۡ أَمۡسِكۡ ﴿ "atau tahanlah" dari siapa saja yang kamu suka, ﴾ بِغَيۡرِ حِسَابٖ ﴿ "dengan tiada perhitungan." Maksudnya, tidak ada dosa ataupun perhitungan bagimu dalam hal itu, karena Allah سبحانه وتعالى Maha Mengetahui kesem-purnaan keadilannya dan kebaikan keputusan-keputusannya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di