Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Az-Zumar : Ayat 2
"Kitab ini diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab dengan benar. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih. Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah, kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka men-dekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sesungguh-nya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk orang-orang yang pendusta lagi sangat ingkar." (Az-Zumar: 1-3).
Tafsir As-Sa'di
(2) Dan bersama ini, makin jelas kesempurnaannya dengan orang yang al-Qur`an itu diturunkan kepadanya, yaitu Nabi Muhammad a yang merupakan manusia termulia. Maka dapat diketahui bahwa al-Qur`an adalah kitab termulia, dan dengan membawa apa ia diturunkan, yaitu kebenaran. Al-Qur`an turun dengan membawa kebenaran yang tidak diragukan lagi, untuk mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan menuju nur (cahaya terang); ia turun membawa kebenaran di dalam kabar-kabarnya yang benar dan hukum-hukum (aturan-aturan)nya yang adil. Maka semua apa yang ditunjukkannya adalah merupakan kebenaran yang paling agung dari seluruh tuntutan ilmiah; dan tidak ada se-sudah kebenaran selain kesesatan.
Oleh karena ia turun dari Yang Mahabenar, mengandung kebenaran untuk memberi petunjuk kepada manusia melalui ma-nusia yang paling mulia, maka kenikmatan yang terdapat di da-lamnya sangat agung dan sangat besar dan wajib disyukuri, yaitu dengan menuluskan ketaatan hanya kepada Allah. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ ﴿ "Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya," maksudnya, tuluskanlah kepada Allah سبحانه وتعالى semua agamamu, baik berupa syariat yang nampak dan syariat yang tidak nampak, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan, dengan cara mengesakan Allah سبحانه وتعالى dengannya dan dengan niat mengharap-kan keridhaanNya, bukan niat-niat apa pun yang lainnya.
Oleh karena ia turun dari Yang Mahabenar, mengandung kebenaran untuk memberi petunjuk kepada manusia melalui ma-nusia yang paling mulia, maka kenikmatan yang terdapat di da-lamnya sangat agung dan sangat besar dan wajib disyukuri, yaitu dengan menuluskan ketaatan hanya kepada Allah. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ ﴿ "Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya," maksudnya, tuluskanlah kepada Allah سبحانه وتعالى semua agamamu, baik berupa syariat yang nampak dan syariat yang tidak nampak, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan, dengan cara mengesakan Allah سبحانه وتعالى dengannya dan dengan niat mengharap-kan keridhaanNya, bukan niat-niat apa pun yang lainnya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di