Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Az-Zumar : Ayat 54
"Katakanlah, 'Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semua-nya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.' Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepadaNya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong. Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah di-turunkan kepadamu dari Rabbmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, supaya jangan ada orang yang mengatakan, 'Amat besar penyesalanku atas ke-lalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan.' Atau supaya jangan ada yang berkata, 'Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku, tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa.' Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab, 'Kalau sekiranya aku dapat kembali, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang berbuat baik.' Sebenarnya telah datang ayat-ayatKu kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan kamu adalah termasuk orang-orang yang kafir." (Az-Zumar: 53-59).
Tafsir As-Sa'di
(54) Akan tetapi untuk meraih ampunan dan rahmatNya mempunyai sebab-sebab yang jika sang hamba tidak melakukan-nya, maka berarti sesungguhnya ia telah menutup pintu rahmat dan ampunan terhadap dirinya sendiri. Dan sebab yang paling besar dan paling mulia, bahkan tidak ada yang selain darinya, ada-lah inabah (kembali) kepada Allah سبحانه وتعالى dengan taubat yang sebenar-benarnya, berdoa dan bersimpuh (merendahkan diri), mengham-bakan diri dan beribadah (kepadaNya). Maka marilah melakukan sebab yang termulia dan teragung ini. Maka dari itu Allah meme-rintahkan inabah kepadaNya dan segera melakukannya seraya ber-firman, ﴾ وَأَنِيبُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ ﴿ "Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu" dengan sepenuh hati kalian, ﴾ وَأَسۡلِمُواْ ﴿ "dan berserah dirilah kepadaNya," de-ngan seluruh anggota tubuh kalian. Apabila keduanya digabung seperti pada uraian tadi, maka maknanya adalah apa yang telah disebutkan itu.
Dan pada FirmanNya, ﴾ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ وَأَسۡلِمُواْ لَهُۥ ﴿ "Kepada Rabbmu dan berserah dirilah kepadaNya" terdapat dalil bahwa inabah itu harus dengan ikhlas, dan sesungguhnya tanpa adanya ikhlas, maka amal-amal lahiriyah dan batiniyah tidak berguna sama sekali. ﴾ مِن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَكُمُ ٱلۡعَذَابُ ﴿ "Sebelum datang azab kepadamu" dengan kedatangan yang tidak bisa ditolak, ﴾ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ ﴿ "kemudian kamu tidak dapat ditolong."
Dan pada FirmanNya, ﴾ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ وَأَسۡلِمُواْ لَهُۥ ﴿ "Kepada Rabbmu dan berserah dirilah kepadaNya" terdapat dalil bahwa inabah itu harus dengan ikhlas, dan sesungguhnya tanpa adanya ikhlas, maka amal-amal lahiriyah dan batiniyah tidak berguna sama sekali. ﴾ مِن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَكُمُ ٱلۡعَذَابُ ﴿ "Sebelum datang azab kepadamu" dengan kedatangan yang tidak bisa ditolak, ﴾ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ ﴿ "kemudian kamu tidak dapat ditolong."
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di