Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Az-Zumar : Ayat 6
"Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar; Dia me-nutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menu-rut waktu yang ditentukan. Ingatlah, Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun. Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan darinya istrinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Rabb kamu, Rabb yang mempunyai kerajaan. Tidak ada sembahan yang haq melainkan Dia; maka bagaimana kamu dapat dipaling-kan. Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlu-kanmu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hambaNya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhainya bagimu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian ke-pada Rabbmu-lah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Menge-tahui apa yang tersimpan dalam dada." (Az-Zumar: 5-7).
Tafsir As-Sa'di
(6) Dan di antara keperkasaanNya adalah ﴾ خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ ﴿ "Dia menciptakan kamu dari seorang diri," dengan jumlah kalian yang banyak dan tersebar luasnya kalian di berbagai penjuru bumi, ﴾ ثُمَّ جَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا ﴿ "kemudian Dia jadikan darinya istrinya." Yang demi-kian itu agar ia merasakan ketentraman pada istrinya, dan istri merasakan ketentraman pada suaminya dan terjadilah kenikmatan dengan cara yang demikian itu.
﴾ وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ ﴿ "Dan Dia menurunkan untuk kamu dari bina-tang ternak," maksudnya, Dia menciptakannya dengan ketentuan yang datang dariNya sebagai rahmat (kasih sayang) kepada kalian ﴾ ثَمَٰنِيَةَ أَزۡوَٰجٖۚ ﴿ "delapan ekor yang berpasangan." Ini adalah yang disebut-kan di dalam Surat al-An'am: Delapan pasangan, dari domba dua, dari kambing dua, dari unta dua dan dari sapi dua. Hanya ini saja yang disebutkan di sini, padahal banyak bintang-binatang ternak lainnya yang Dia ciptakan untuk kemaslahatan hamba-hambaNya, hal itu karena banyaknya manfaatnya, luasnya kemaslahatannya, karena kemuliaannya dan karena keistimewaan-keistimewaan yang dimilikinya yang tidak ada pada yang lainnya, seperti untuk keperluan kurban, membayar hadyu (tebusan haji), aqiqah, kewa-jiban zakat padanya dan khusus untuk membayar diyat (tebusan pembunuhan).
Setelah Allah menjelaskan penciptaan bapak dan ibu moyang kita yang pertama, maka Dia menjelaskan permulaan proses pen-ciptaan kita, seraya berfirman, ﴾ يَخۡلُقُكُمۡ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ خَلۡقٗا مِّنۢ بَعۡدِ خَلۡقٖ ﴿ "Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian," yakni, dari satu fase ke fase lainnya, dan kalian dalam kondisi tidak ada tangan makhluk yang menyentuh kalian, tidak ada pula mata yang melihat kalian, dan Dia telah memproses (membesarkan) kalian dalam tempat yang sempit itu ﴾ فِي ظُلُمَٰتٖ ثَلَٰثٖۚ ﴿ "dalam tiga kege-lapan," kegelapan perut, kegelapan rahim, dan kegelapan ketuban. ﴾ ذَٰلِكُمُ ﴿ "Yang demikian itu" yakni, Yang menciptakan langit dan bumi, yang menundukkan matahari dan bulan, menciptakan kalian dan menciptakan untuk kalian binatang ternak dan segala nikmat, ﴾ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ ﴿ "adalah Allah, Rabb kamu." Maksudnya, sembahan yang dipuja yang telah menumbuhkan dan mengatur kalian. Maka se-bagaimana Dia Esa dalam menciptakan dan mengelola (mengatur)-nya, tiada sekutu bagiNya dalam semua itu, maka Dia juga Maha Esa dalam uluhiyahNya, tiada sekutu bagiNya. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ فَأَنَّىٰ تُصۡرَفُونَ ﴿ "Tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan," setelah penje-lasan di atas, yaitu penjelasan bahwa Allah سبحانه وتعالى lah yang berhak untuk dimurnikan dari penyembahan kepada berhala yang sama sekali tidak mengatur apa pun dan sama sekali tidak memiliki wewenang.
﴾ وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ ﴿ "Dan Dia menurunkan untuk kamu dari bina-tang ternak," maksudnya, Dia menciptakannya dengan ketentuan yang datang dariNya sebagai rahmat (kasih sayang) kepada kalian ﴾ ثَمَٰنِيَةَ أَزۡوَٰجٖۚ ﴿ "delapan ekor yang berpasangan." Ini adalah yang disebut-kan di dalam Surat al-An'am: Delapan pasangan, dari domba dua, dari kambing dua, dari unta dua dan dari sapi dua. Hanya ini saja yang disebutkan di sini, padahal banyak bintang-binatang ternak lainnya yang Dia ciptakan untuk kemaslahatan hamba-hambaNya, hal itu karena banyaknya manfaatnya, luasnya kemaslahatannya, karena kemuliaannya dan karena keistimewaan-keistimewaan yang dimilikinya yang tidak ada pada yang lainnya, seperti untuk keperluan kurban, membayar hadyu (tebusan haji), aqiqah, kewa-jiban zakat padanya dan khusus untuk membayar diyat (tebusan pembunuhan).
Setelah Allah menjelaskan penciptaan bapak dan ibu moyang kita yang pertama, maka Dia menjelaskan permulaan proses pen-ciptaan kita, seraya berfirman, ﴾ يَخۡلُقُكُمۡ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ خَلۡقٗا مِّنۢ بَعۡدِ خَلۡقٖ ﴿ "Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian," yakni, dari satu fase ke fase lainnya, dan kalian dalam kondisi tidak ada tangan makhluk yang menyentuh kalian, tidak ada pula mata yang melihat kalian, dan Dia telah memproses (membesarkan) kalian dalam tempat yang sempit itu ﴾ فِي ظُلُمَٰتٖ ثَلَٰثٖۚ ﴿ "dalam tiga kege-lapan," kegelapan perut, kegelapan rahim, dan kegelapan ketuban. ﴾ ذَٰلِكُمُ ﴿ "Yang demikian itu" yakni, Yang menciptakan langit dan bumi, yang menundukkan matahari dan bulan, menciptakan kalian dan menciptakan untuk kalian binatang ternak dan segala nikmat, ﴾ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ ﴿ "adalah Allah, Rabb kamu." Maksudnya, sembahan yang dipuja yang telah menumbuhkan dan mengatur kalian. Maka se-bagaimana Dia Esa dalam menciptakan dan mengelola (mengatur)-nya, tiada sekutu bagiNya dalam semua itu, maka Dia juga Maha Esa dalam uluhiyahNya, tiada sekutu bagiNya. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ فَأَنَّىٰ تُصۡرَفُونَ ﴿ "Tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan," setelah penje-lasan di atas, yaitu penjelasan bahwa Allah سبحانه وتعالى lah yang berhak untuk dimurnikan dari penyembahan kepada berhala yang sama sekali tidak mengatur apa pun dan sama sekali tidak memiliki wewenang.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di