Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Az-Zumar : Ayat 73
"Orang-orang kafir digiring ke Neraka Jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka telah sampai ke neraka itu dibukakan pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, 'Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Rabbmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?' Mereka menjawab, 'Benar.' Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan, 'Masukilah pintu-pintu Neraka Jahanam itu, sedang kamu kekal di dalamnya.' Maka Neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya dibawa ke surga berombong-rombongan pula. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka, maka berkatalah kepada mereka penjaga-penjaga-nya, 'Kesejahteraan atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuki-lah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.' Dan mereka me-ngucapkan, 'Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janjiNya kepada kami dan telah diwariskan kepada kami tempat ini, sedang kami menempati tempat dalam surga di mana saja kami kehendaki.' Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling Arasy bertasbih sambil memuji RabbNya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan haq (adil) dan diucapkan, 'Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam'." (Az-Zumar: 71-75).
Tafsir As-Sa'di
(73) Kemudian Allah berfirman tentang para penghuni surga, ﴾ وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ ﴿ "Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya dibawa," karena telah mengesakanNya dan beramal mela-kukan ketaatan kepadaNya, mereka digiring dengan penuh peng-hormatan dan pemuliaan, mereka dihimpun sebagai delegasi atas para malaikat yang mulia, ﴾ إِلَى ٱلۡجَنَّةِ زُمَرًاۖ ﴿ "ke surga berombong-rom-bongan pula," dengan riang gembira dan senang hati, setiap rom-bongan beserta rombongan yang sesuai dengan amal perbuatannya. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا ﴿ "Sehingga apabila mereka sampai ke sana," maksudnya, mereka tiba ke tempat yang sangat lapang dan tempat-tempat tinggal yang unik itu, dan aroma wangi dan angin sepoi-sepoinya bertiup menghembusi mereka, dan telah tiba saat kekekalan dan kenikmatannya, ﴾ وَفُتِحَتۡ ﴿ "sedang telah dibuka" untuk mereka ﴾ أَبۡوَٰبُهَا ﴿ "pintu-pintunya," dibuka sebagai penghormatan untuk manusia-manusia yang mulia, agar mereka dimuliakan di dalamnya,﴾ وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَا ﴿ "maka berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya," sebagai ucapan selamat dan sambutan hangat untuk mereka, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Kesejahteraan atasmu," maksudnya, keselamatan dari segala kebu-rukan telah menjadi milik kalian. ﴾ طِبۡتُمۡ ﴿ "Berbahagialah kamu," maksudnya, berbahagialah hati kalian dengan ma'rifatullah, men-cintaiNya, dan takut kepadaNya, dan lisan kalian dengan berdzikir mengingatNya, serta anggota-anggota tubuh kalian dengan ketaat-an kepadaNya ﴾ فَـ﴿ "maka" disebabkan kebahagiaan kalian ﴾ ٱدۡخُلُوهَا خَٰلِدِينَ ﴿ "masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya," sebab ia adalah negeri yang suci dan tidak pantas menghuninya kecuali orang-orang yang suci pula.
Dan tentang neraka, Allah berfirman, ﴾ فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا ﴿, sedang-kan tentang surga Dia berfirman, ﴾ وَفُتِحَتۡ ﴿ , dengan menggunakan huruf wau, adalah sebagai isyarat bahwa saat para penghuni neraka tiba di (depan pintunya), pintu-pintu neraka itu pun langsung di-buka tanpa menunggu-nunggu lagi atau menunda-nunda waktu, dan agar saat pembukaannya di hadapan muka mereka dan saat mereka tiba, panasnya terasa lebih hebat dan azabnya lebih dahsyat. Adapun surga adalah negeri yang sangat tinggi lagi mahal yang tidak akan bisa dicapai dan tidak bisa diraih oleh setiap orang kecuali orang-orang yang telah memenuhi berbagai wasa`il (sarana dan persyaratan) yang dapat mengantarkannya kepadanya. Dan di samping itu pula mereka masih memerlukan syafa'atnya pemberi syafa'at termulia untuk bisa memasukinya. Surga tidak langsung dibukakan untuk mereka saat mereka sampai di hadapannya. Akan tetapi mereka harus meminta syafa'at kepada Allah melalui Nabi Muhammad a hingga beliau memberikan syafa'atnya, lalu Allah memperkenankan syafa'at beliau.[80]
Pada ayat-ayat di atas terdapat satu dalil yang menunjukkan bahwa neraka dan surga mempunyai pintu-pintu yang dapat dibuka dan ditutup, dan masing-masing dari keduanya memiliki para penjaga atau petugas. Keduanya adalah negeri yang khusus yang tidak akan dimasuki kecuali oleh manusia-manusia yang berhak untuk menempatinya. Keduanya sangat berbeda dengan tempat-tempat tinggal dan negeri-negeri lainnya.
Dan tentang neraka, Allah berfirman, ﴾ فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا ﴿, sedang-kan tentang surga Dia berfirman, ﴾ وَفُتِحَتۡ ﴿ , dengan menggunakan huruf wau, adalah sebagai isyarat bahwa saat para penghuni neraka tiba di (depan pintunya), pintu-pintu neraka itu pun langsung di-buka tanpa menunggu-nunggu lagi atau menunda-nunda waktu, dan agar saat pembukaannya di hadapan muka mereka dan saat mereka tiba, panasnya terasa lebih hebat dan azabnya lebih dahsyat. Adapun surga adalah negeri yang sangat tinggi lagi mahal yang tidak akan bisa dicapai dan tidak bisa diraih oleh setiap orang kecuali orang-orang yang telah memenuhi berbagai wasa`il (sarana dan persyaratan) yang dapat mengantarkannya kepadanya. Dan di samping itu pula mereka masih memerlukan syafa'atnya pemberi syafa'at termulia untuk bisa memasukinya. Surga tidak langsung dibukakan untuk mereka saat mereka sampai di hadapannya. Akan tetapi mereka harus meminta syafa'at kepada Allah melalui Nabi Muhammad a hingga beliau memberikan syafa'atnya, lalu Allah memperkenankan syafa'at beliau.[80]
Pada ayat-ayat di atas terdapat satu dalil yang menunjukkan bahwa neraka dan surga mempunyai pintu-pintu yang dapat dibuka dan ditutup, dan masing-masing dari keduanya memiliki para penjaga atau petugas. Keduanya adalah negeri yang khusus yang tidak akan dimasuki kecuali oleh manusia-manusia yang berhak untuk menempatinya. Keduanya sangat berbeda dengan tempat-tempat tinggal dan negeri-negeri lainnya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di