Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
An-Nisaa' : Ayat 119
"Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka, yang dilaknati Allah, dan setan itu mengatakan, 'Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hambaMu bagian yang sudah ditentukan (untukku), dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membang-kitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya.' Barang-siapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. Setan itu mem-berikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. Mereka itu tempatnya Jahanam dan mereka tidak memperoleh tempat lari darinya." (An-Nisa`: 117-121).
Tafsir As-Sa'di
(119) Bagian yang ditentukan di mana setan telah bersum-pah kepada Allah bahwa ia akan menggoda manusia[41], ia menye-butkan apa yang menjadi keinginannya dari manusia, dan apa yang menjadi tujuannya untuk mereka dengan perkataannya, ﴾ وَلَأُضِلَّنَّهُمۡ ﴿ "Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka" yaitu dari jalan yang lurus, kesesatan dalam hal ilmu dan perbuatan, ﴾ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمۡ ﴿ "dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka," yaitu di samping menyesatkan, membangkitkan angan-angan kosong mereka untuk memperoleh apa yang akan diperoleh oleh orang-orang yang diberi petunjuk, inilah inti dari keterpedayaan itu, dan ia tidaklah sebatas menyesatkan mereka hingga ia menghiasi kesesatan yang mereka kerjakan, dan hal ini adalah tambahan keburukan setelah keburukan yang telah ada pada mereka, di mana mereka me-ngerjakan amalan-amalan penghuni neraka yang mengakibatkan hukuman dan mereka mengira bahwa amalan-amalan tersebut akan mengakibatkan surga, maka ambillah pelajaran dari Yahudi dan Nasrani dan semisal mereka dalam hal itu, karena sesungguh-nya mereka itu adalah seperti yang telah Allah beritakan tentang mereka,
﴾ وَقَالُواْ لَن يَدۡخُلَ ٱلۡجَنَّةَ إِلَّا مَن كَانَ هُودًا أَوۡ نَصَٰرَىٰۗ تِلۡكَ أَمَانِيُّهُمۡۗ ﴿
"Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani.' Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka." (Al-Baqarah: 111) dan FirmanNya,
﴾ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمۡ ﴿
"Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka." (Al-An'am: 108) dan juga FirmanNya,
﴾ قُلۡ هَلۡ نُنَبِّئُكُم بِٱلۡأَخۡسَرِينَ أَعۡمَٰلًا 103 ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعۡيُهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُمۡ يَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ يُحۡسِنُونَ صُنۡعًا 104 ﴿
"Katakanlah, 'Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?' Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." (Al-Kahfi: 103-104).
Dan Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang kaum munafikin,
﴾ يُنَادُونَهُمۡ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمۡ فَتَنتُمۡ أَنفُسَكُمۡ وَتَرَبَّصۡتُمۡ وَٱرۡتَبۡتُمۡ وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَآءَ أَمۡرُ ٱللَّهِ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ 14 ﴿
"Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" Mereka men-jawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu dengan (keimanan kepada) Allah oleh (setan) yang amat penipu." (Al-Hadid: 14).
Dan Firman Allah, ﴾ وَلَأٓمُرَنَّهُمۡ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ ﴿ "Dan menyu-ruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya," yaitu dengan memotong telinganya, yang demikian itu seperti bahirah, sa'ibah, washilah dan ham,[42] Allah mengisyaratkan dengan sebagian dari hal itu bagi semuanya, hal yang demikian itu adalah bagian dari penyesatan yang mengakibat-kan pengharaman apa yang dihalalkan oleh Allah atau penghalalan apa yang diharamkan oleh Allah, dan hal itu diikuti dengan keya-kinan-keyakinan yang salah dan hukum-hukum yang zhalim yang merupakan penyesatan yang paling besar.
﴾ وَلَأٓمُرَنَّهُمۡ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلۡقَ ٱللَّهِۚ ﴿ "Dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya," hal ini meliputi pengubahan penciptaan lahiriyah dengan tatto, meruncingkan atau menajamkan gigi, mencabut alis, dan memberi celah pada gigi demi kecantikan dan semacamnya dari perkara-perkara yang menjadi sasaran setan demi memperdayai mereka, hingga mereka mengubah penciptaan Allah, yang demikian itu mengandung arti bahwa ia tidak puas dengan penciptaanNya dan menuduh aib pada hikmahNya serta keyakinan bahwa apa yang mereka lakukan dengan tangan-tangan mereka itu lebih indah dari penciptaan Allah, mereka tidak ridha dengan ketetapan dan aturanNya, dan hal itu juga mencakup perubahan penciptaan yang bersifat batin.
Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى menciptakan makhluk dalam ke-adaan suci dan bernaluri untuk menerima kebenaran dan menda-hulukannya hingga hadirlah setan kepada mereka lalu menggoda mereka untuk merubah penciptaan yang indah itu, menghiasi bagi mereka keburukan, kesyirikan, kekufuran, kefasikan, dan kemak-siatan, dan sesungguhnya setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah dan suci, akan tetapi kedua orang tuanyalah yang menjadi-kannya sebagai Yahudi, Nasrani ataupun Majusi dan semacamnya dari perubahan-perubahan akan apa yang telah difitrahkan Allah kepada hamba-hambaNya berupa pengesaan Allah, kecintaan kepadaNya dan MengenalNya, namun kemudian dalam hal ini setan memangsa mereka seperti binatang buas dan serigala me-mangsa domba yang sendirian, dan sekiranya bukan karena kasih sayang Allah dan kemuliaanNya atas hamba-hambaNya yang ikhlas, niscaya akan terjadi pada mereka apa yang terjadi pada orang-orang yang terbujuk rayu setan, dan perkara yang terjadi pada mereka itu disebabkan karena berpalingnya mereka dari Rabb dan Pencipta mereka kepada musuh mereka yang menghendaki keburukan dari mereka dari segala bentuknya, hingga mereka merugi di dunia dan akhirat, dan kembali dengan kehampaan dan kerugian yang besar, karena itulah Allah berfirman,
﴾ وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيۡطَٰنَ وَلِيّٗا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدۡ خَسِرَ خُسۡرَانٗا مُّبِينٗا ﴿ "Barang-siapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka se-sungguhnya ia menderita kerugian yang nyata," kerugian apa lagi yang paling nyata dan paling besar daripada seorang yang rugi agama dan dunianya, dicelakakan oleh kesalahan dan kemaksiatannya hingga ia memperoleh kesengsaraan yang abadi dan hilang darinya kenikmatan untuk selamanya? Sebagaimana juga orang yang mencintai Rabbnya, dan mendahulukan keridhaanNya, niscaya ia akan sangat beruntung, dan sukses dengan gemilang serta menang dengan kebahagiaan di dua negeri, dunia dan akhirat, dan menjadi hamba yang bahagia. Maka tidaklah akan ada yang mampu mena-han apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi apa yang Engkau tahan, ya Allah, uruslah perkara kami sebagai-mana Engkau urus perkara orang-orang yang Engkau cintai, dan berilah kami keafiatan sebagaimana orang-orang yang Engkau beri keafiatan.
﴾ وَقَالُواْ لَن يَدۡخُلَ ٱلۡجَنَّةَ إِلَّا مَن كَانَ هُودًا أَوۡ نَصَٰرَىٰۗ تِلۡكَ أَمَانِيُّهُمۡۗ ﴿
"Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani.' Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka." (Al-Baqarah: 111) dan FirmanNya,
﴾ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمۡ ﴿
"Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka." (Al-An'am: 108) dan juga FirmanNya,
﴾ قُلۡ هَلۡ نُنَبِّئُكُم بِٱلۡأَخۡسَرِينَ أَعۡمَٰلًا 103 ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعۡيُهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُمۡ يَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ يُحۡسِنُونَ صُنۡعًا 104 ﴿
"Katakanlah, 'Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?' Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." (Al-Kahfi: 103-104).
Dan Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang kaum munafikin,
﴾ يُنَادُونَهُمۡ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمۡ فَتَنتُمۡ أَنفُسَكُمۡ وَتَرَبَّصۡتُمۡ وَٱرۡتَبۡتُمۡ وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَآءَ أَمۡرُ ٱللَّهِ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ 14 ﴿
"Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" Mereka men-jawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu dengan (keimanan kepada) Allah oleh (setan) yang amat penipu." (Al-Hadid: 14).
Dan Firman Allah, ﴾ وَلَأٓمُرَنَّهُمۡ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ ﴿ "Dan menyu-ruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya," yaitu dengan memotong telinganya, yang demikian itu seperti bahirah, sa'ibah, washilah dan ham,[42] Allah mengisyaratkan dengan sebagian dari hal itu bagi semuanya, hal yang demikian itu adalah bagian dari penyesatan yang mengakibat-kan pengharaman apa yang dihalalkan oleh Allah atau penghalalan apa yang diharamkan oleh Allah, dan hal itu diikuti dengan keya-kinan-keyakinan yang salah dan hukum-hukum yang zhalim yang merupakan penyesatan yang paling besar.
﴾ وَلَأٓمُرَنَّهُمۡ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلۡقَ ٱللَّهِۚ ﴿ "Dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya," hal ini meliputi pengubahan penciptaan lahiriyah dengan tatto, meruncingkan atau menajamkan gigi, mencabut alis, dan memberi celah pada gigi demi kecantikan dan semacamnya dari perkara-perkara yang menjadi sasaran setan demi memperdayai mereka, hingga mereka mengubah penciptaan Allah, yang demikian itu mengandung arti bahwa ia tidak puas dengan penciptaanNya dan menuduh aib pada hikmahNya serta keyakinan bahwa apa yang mereka lakukan dengan tangan-tangan mereka itu lebih indah dari penciptaan Allah, mereka tidak ridha dengan ketetapan dan aturanNya, dan hal itu juga mencakup perubahan penciptaan yang bersifat batin.
Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى menciptakan makhluk dalam ke-adaan suci dan bernaluri untuk menerima kebenaran dan menda-hulukannya hingga hadirlah setan kepada mereka lalu menggoda mereka untuk merubah penciptaan yang indah itu, menghiasi bagi mereka keburukan, kesyirikan, kekufuran, kefasikan, dan kemak-siatan, dan sesungguhnya setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah dan suci, akan tetapi kedua orang tuanyalah yang menjadi-kannya sebagai Yahudi, Nasrani ataupun Majusi dan semacamnya dari perubahan-perubahan akan apa yang telah difitrahkan Allah kepada hamba-hambaNya berupa pengesaan Allah, kecintaan kepadaNya dan MengenalNya, namun kemudian dalam hal ini setan memangsa mereka seperti binatang buas dan serigala me-mangsa domba yang sendirian, dan sekiranya bukan karena kasih sayang Allah dan kemuliaanNya atas hamba-hambaNya yang ikhlas, niscaya akan terjadi pada mereka apa yang terjadi pada orang-orang yang terbujuk rayu setan, dan perkara yang terjadi pada mereka itu disebabkan karena berpalingnya mereka dari Rabb dan Pencipta mereka kepada musuh mereka yang menghendaki keburukan dari mereka dari segala bentuknya, hingga mereka merugi di dunia dan akhirat, dan kembali dengan kehampaan dan kerugian yang besar, karena itulah Allah berfirman,
﴾ وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيۡطَٰنَ وَلِيّٗا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدۡ خَسِرَ خُسۡرَانٗا مُّبِينٗا ﴿ "Barang-siapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka se-sungguhnya ia menderita kerugian yang nyata," kerugian apa lagi yang paling nyata dan paling besar daripada seorang yang rugi agama dan dunianya, dicelakakan oleh kesalahan dan kemaksiatannya hingga ia memperoleh kesengsaraan yang abadi dan hilang darinya kenikmatan untuk selamanya? Sebagaimana juga orang yang mencintai Rabbnya, dan mendahulukan keridhaanNya, niscaya ia akan sangat beruntung, dan sukses dengan gemilang serta menang dengan kebahagiaan di dua negeri, dunia dan akhirat, dan menjadi hamba yang bahagia. Maka tidaklah akan ada yang mampu mena-han apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi apa yang Engkau tahan, ya Allah, uruslah perkara kami sebagai-mana Engkau urus perkara orang-orang yang Engkau cintai, dan berilah kami keafiatan sebagaimana orang-orang yang Engkau beri keafiatan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di