Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
An-Nisaa' : Ayat 159
"Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan ke-pada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, 'Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata.' Maka mereka disambar petir karena kezhaliman mereka, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata. Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, 'Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud,' dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka, 'Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu', dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh. Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan, 'Hati kami tertutup.' Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan mereka, 'Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalib-nya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keya-kinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persang-kaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepadaNya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepa-danya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di Hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi atas mereka. Maka disebabkan kezhaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan ma-kanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta benda orang lain dengan jalan yang batil. Kami telah menyedia-kan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih." (An-Nisa`: 153-161).
Tafsir As-Sa'di
(159) Dan FirmanNya, ﴾ وَإِن مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ إِلَّا لَيُؤۡمِنَنَّ بِهِۦ قَبۡلَ مَوۡتِهِۦۖ ﴿ "Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya." Kemungkinan kata ganti di sini pada Firman-Nya "sebelum kematiannya," kembali kepada Ahli Kitab. Maka atas dasar asumsi ini, setiap orang dari Ahli Kitab yang akan meninggal dan mengetahui perkara dengan benar, sesungguhnya ia beriman kepada Isa عليه السلام, akan tetapi keimanan itu sudah tidak berguna lagi, dan merupakan keimanan yang terpaksa. Karena itu kandungan dari ancaman dan peringatan ini adalah agar mereka tidak terus-terusan dalam kondisi seperti itu di mana mereka akan menyesali-nya sebelum kematian mereka, lalu bagaimanakah kondisi mereka di hari mereka dibangkitkan dan dikumpulkan?
Kata ganti dalam FirmanNya, ﴾ قَبۡلَ مَوۡتِهِۦۖ ﴿ "Sebelum kematiannya" itu juga mungkin kembali kepada Isa عليه السلام, maka maknanya adalah, dan tidaklah seorang pun dari Ahli Kitab kecuali pasti akan beriman kepada al-Masih عليه السلام sebelum kematian al-Masih, yang demikian itu akan terjadi pada saat Hari Kiamat sudah dekat kelak dan pe-nampakan tanda-tanda besarnya. Karena terdapat banyak hadits-hadits shahih[43] tentang akan turunnya Isa عليه السلام pada akhir umat ini, beliau akan membunuh Dajjal, menghapuskan jizyah, Ahli Kitab akan beriman kepadanya bersama kaum Mukminin. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ ﴿ "Dan pada Hari Kiamat" Isa عليه السلام akan menjadi saksi atas mereka de-ngan perbuatan-perbuatan mereka, apakah sesuai dengan syariat Allah atau tidak? Saat itu tidaklah ia akan bersaksi kecuali tentang kebatilan setiap hal yang mereka yakini yang bertentangan dengan syariat al-Qur`an, dan tatkala Muhammad ﷺ menyeru mereka kepadanya, kita menjadi tahu dari hal itu atas dasar pengetahuan kita tentang kesempurnaan keadilan Isa عليه السلام dan kebenarannya, dan bahwasanya ia tidaklah akan bersaksi kecuali dengan kebe-naran, hanya saja apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ itulah yang benar dan apa yang selain dari itu adalah sesat dan batil.
Kata ganti dalam FirmanNya, ﴾ قَبۡلَ مَوۡتِهِۦۖ ﴿ "Sebelum kematiannya" itu juga mungkin kembali kepada Isa عليه السلام, maka maknanya adalah, dan tidaklah seorang pun dari Ahli Kitab kecuali pasti akan beriman kepada al-Masih عليه السلام sebelum kematian al-Masih, yang demikian itu akan terjadi pada saat Hari Kiamat sudah dekat kelak dan pe-nampakan tanda-tanda besarnya. Karena terdapat banyak hadits-hadits shahih[43] tentang akan turunnya Isa عليه السلام pada akhir umat ini, beliau akan membunuh Dajjal, menghapuskan jizyah, Ahli Kitab akan beriman kepadanya bersama kaum Mukminin. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ ﴿ "Dan pada Hari Kiamat" Isa عليه السلام akan menjadi saksi atas mereka de-ngan perbuatan-perbuatan mereka, apakah sesuai dengan syariat Allah atau tidak? Saat itu tidaklah ia akan bersaksi kecuali tentang kebatilan setiap hal yang mereka yakini yang bertentangan dengan syariat al-Qur`an, dan tatkala Muhammad ﷺ menyeru mereka kepadanya, kita menjadi tahu dari hal itu atas dasar pengetahuan kita tentang kesempurnaan keadilan Isa عليه السلام dan kebenarannya, dan bahwasanya ia tidaklah akan bersaksi kecuali dengan kebe-naran, hanya saja apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ itulah yang benar dan apa yang selain dari itu adalah sesat dan batil.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di