Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Ghafir : Ayat 83

"Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Orang-orang sebelum mereka itu lebih hebat ke-kuatannya dan bekas-bekas mereka di muka bumi, tapi apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka. Maka tatkala datang kepada mereka Rasul-rasul mereka dengan membawa ke-terangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu. Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, 'Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah Sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hambaNya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir." (Ghafir: 82-85).
Tafsir As-Sa'di
(83) Allah menyebutkan kejahatan besar mereka, seraya berfirman, ﴾ فَلَمَّا جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ﴿ "Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa keterangan-keterangan," seperti kitab-kitab ilahi dan mukjizat-mukjizat hebat, ilmu yang berman-faat yang membedakan antara hidayah dengan kesesatan, yang haq dengan yang batil, ﴾ فَرِحُواْ بِمَا عِندَهُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِ ﴿ "mereka (justru) merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka" yang berlawanan dengan agama para rasul itu. Padahal sudah dimaklumi bahwa kesenangan mereka menunjukkan kepada betapa sangat rela dan berpegang teguhnya mereka kepadanya, dan betapa mereka me-nentang kebenaran yang dibawa oleh para rasul itu, serta menjadi-kan kebatilan mereka sebagai kebenaran.
Ini umum, mencakup semua ilmu yang digunakan untuk menentang ajaran yang dibawa oleh para rasul. Dan yang paling berhak masuk ke dalam kategori ini adalah ilmu filsafat dan mantiq Yunani yang dengannya banyak sekali ayat-ayat al-Qur`an yang ditolak, dan menyepelekan kedudukannya di dalam hati, dan men-jadikan dalil-dalilnya yang pasti lagi meyakinkan itu sebagai dalil-dalil lafzhi belaka, tidak menginformasikan keyakinan sedikitpun. Dan akal orang-orang dungu lagi sesat pun lebih diutamakan atas ayat-ayat al-Qur`an. Ini merupakan tindakan kekufuran terbesar terhadap ayat-ayat Allah, perlawanan, dan pembatalan terhadap-nya. Hanya kepada Allah-lah kita memohon pertolongan.﴾ وَحَاقَ بِهِم ﴿ "Dan mereka dikepung" mereka dilanda oleh azab yang dahulu mereka perolok-olokkan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di