Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Ghafir : Ayat 85
"Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Orang-orang sebelum mereka itu lebih hebat ke-kuatannya dan bekas-bekas mereka di muka bumi, tapi apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka. Maka tatkala datang kepada mereka Rasul-rasul mereka dengan membawa ke-terangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu. Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, 'Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah Sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hambaNya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir." (Ghafir: 82-85).
Tafsir As-Sa'di
(85) ﴾ فَلَمۡ يَكُ يَنفَعُهُمۡ إِيمَٰنُهُمۡ لَمَّا رَأَوۡاْ بَأۡسَنَاۖ ﴿ "Maka iman mereka tiada ber-guna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami," maksudnya, pada saat itu. Inilah ﴾ سُنَّتَ ٱللَّهِ ﴿ "sunnah Allah," yakni kebiasaanNya, ﴾ ٱلَّتِي قَدۡ خَلَتۡ فِي عِبَادِهِۦۖ ﴿ "yang telah berlaku terhadap hamba-hambaNya," yaitu bahwa orang-orang yang mendustakan, pada saat mereka ditimpa azab Allah dan hukumannya, maka mereka pun beriman. Namun, iman mereka tidak benar dan tidak dapat menyelamat-kan mereka dari siksa itu. Hal itu disebabkan karena iman mereka adalah iman terpaksa, mereka terpaksa melakukannya, dan iman setelah menyaksikan siksaan.
Sedangkan iman yang bermanfaat yang dapat menyelamat-kan pelakunya adalah iman yang dilakukan dengan suka hati, yaitu yang merupakan iman dengan yang ghaib, yaitu yang terjadi se-belum ada tanda-tanda azab. ﴾ وَخَسِرَ هُنَالِكَ ﴿ "Dan di waktu itu rugilah," maksudnya, waktu dibinasakan dan ditimpakannya azab, ﴾ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "orang-orang kafir" terhadap agama, dunia, dan akhirat mereka. Ia tidak cukup hanya sekedar kerugian di sana, melainkan harus ada kerugian yang menyengsarakan di dalam azab yang amat dahsyat dan kekal di dalamnya selama-lamanya.
Sedangkan iman yang bermanfaat yang dapat menyelamat-kan pelakunya adalah iman yang dilakukan dengan suka hati, yaitu yang merupakan iman dengan yang ghaib, yaitu yang terjadi se-belum ada tanda-tanda azab. ﴾ وَخَسِرَ هُنَالِكَ ﴿ "Dan di waktu itu rugilah," maksudnya, waktu dibinasakan dan ditimpakannya azab, ﴾ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "orang-orang kafir" terhadap agama, dunia, dan akhirat mereka. Ia tidak cukup hanya sekedar kerugian di sana, melainkan harus ada kerugian yang menyengsarakan di dalam azab yang amat dahsyat dan kekal di dalamnya selama-lamanya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di