Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Fussilat : Ayat 26
"Dan orang-orang yang kafir berkata, 'Janganlah kamu men-dengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur`an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan.' Maka sesungguhnya Kami akan merasakan azab yang keras kepada orang-orang kafir dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Demikianlah balasan terhadap musuh-musuh Allah, yaitu neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai pembalasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami. Dan orang-orang kafir berkata, 'Ya Rabb kami, perlihatkan-lah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami, yaitu sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina'." (Fushshilat: 26-29).
Tafsir As-Sa'di
(26) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang sikap berpalingnya orang-orang kafir dari al-Qur`an dan saling pesan-memesan me-reka untuk hal ini, seraya berfirman, ﴾ وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَا تَسۡمَعُواْ لِهَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ ﴿ "Dan orang-orang yang kafir berkata, 'Janganlah kamu mendengar al-Qur`an ini'." Maksudnya, palingkanlah pendengaran kalian darinya. Ja-ngan sekali-kali kalian menoleh kepadanya, atau mendengarkannya dan mendengarkan orang yang datang membawanya. Lalu jika kebetulan kalian telah mendengarnya atau kalian telah mendengar ajakan kepada hukum-hukum yang dikandungnya, maka berbuat-lah sia-sia padanya. Maksudnya, ucapkanlah perkataan yang tidak ada gunanya padanya. Sebab sesungguhnya di dalamnya terkan-dung hal yang berbahaya. Jangan kalian berikan kesempatan, de-ngan kemampuan kalian, kepada seseorang untuk membicarakan al-Qur`an itu kepada kalian, membacakan lafazh-lafazh dan makna-maknanya.
Inilah bahasa oral mereka, sedangkan bahasa realitas mereka adalah sikap berpaling dari al-Qur`an ini. ﴾ لَعَلَّكُمۡ ﴿ "Supaya kamu," yakni, jika kalian melakukan semua itu, ﴾ تَغۡلِبُونَ ﴿ "dapat mengalahkan."
Ini adalah sebuah kesaksian dari musuh. Kebenaran yang paling jelas adalah kebenaran yang diberikan kesaksiannya oleh musuh. Sebab, mereka tidak menentukan kemenangan mereka terhadap orang yang membawa kebenaran kecuali pada kondisi berpaling dari kebenaran itu dan saling berpesan untuk berpaling darinya. Mafhum (arti) perkataan mereka adalah bahwa jika mereka tidak berkata yang sia-sia tentangnya, dan justru mendengarkan dan mengarahkan perhatian kepadanya, maka mereka tidak akan bisa mengalahkan. Hal itu karena kebenaran pasti menang, tidak akan bisa dikalahkan. Hal ini diketahui oleh mereka yang berpegang kepada kebenaran dan oleh musuh-musuhnya.
Inilah bahasa oral mereka, sedangkan bahasa realitas mereka adalah sikap berpaling dari al-Qur`an ini. ﴾ لَعَلَّكُمۡ ﴿ "Supaya kamu," yakni, jika kalian melakukan semua itu, ﴾ تَغۡلِبُونَ ﴿ "dapat mengalahkan."
Ini adalah sebuah kesaksian dari musuh. Kebenaran yang paling jelas adalah kebenaran yang diberikan kesaksiannya oleh musuh. Sebab, mereka tidak menentukan kemenangan mereka terhadap orang yang membawa kebenaran kecuali pada kondisi berpaling dari kebenaran itu dan saling berpesan untuk berpaling darinya. Mafhum (arti) perkataan mereka adalah bahwa jika mereka tidak berkata yang sia-sia tentangnya, dan justru mendengarkan dan mengarahkan perhatian kepadanya, maka mereka tidak akan bisa mengalahkan. Hal itu karena kebenaran pasti menang, tidak akan bisa dikalahkan. Hal ini diketahui oleh mereka yang berpegang kepada kebenaran dan oleh musuh-musuhnya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di