Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Ash-Shura : Ayat 48

"Patuhilah seruan Rabbmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak mem-peroleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak pula dapat mengingkari. Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan. Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami, maka dia bergembira-ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan dise-babkan perbuatan tangan mereka sendiri, karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar." (Asy-Syura: 47-48).
Tafsir As-Sa'di
(48) ﴾ فَإِنۡ أَعۡرَضُواْ ﴿ "Jika mereka berpaling" dari apa yang kalian bawa setelah adanya penjelasan yang lengkap, ﴾ فَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ عَلَيۡهِمۡ حَفِيظًاۖ ﴿ "maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka," yang mengawasi perbuatan mereka dan kamu tidak akan diminta per-tanggungjawaban atasnya. ﴾ إِنۡ عَلَيۡكَ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُۗ ﴿ "Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan." Maka jika kamu telah melaksanakan ke-wajibanmu, maka pahala untukmu sudah ditanggung Allah. Apa-kah mereka memenuhi seruanmu ataupun mereka berpaling, maka perhitungan mereka adalah menjadi tanggungan Allah yang men-jaga amal perbuatan mereka, yang kecil maupun yang besar, yang nampak dan yang tidak nampak.
Kemudian Allah menjelaskan kondisi manusia, yaitu bahwa apabila ia dirasakan (diberi) oleh Allah suatu rahmat berupa kese-hatan badan, rizki yang berlimpah, kedudukan atau lainnya, ﴾ فَرِحَ بِهَاۖ ﴿ "dia bergembira-ria karenanya." Maksudnya, ia bergembira de-ngan kegembiraan yang hanya terbatas pada rahmat itu dan tidak melebihinya, dan termasuk konsekuensinya adalah merasa tenang karenanya dan berpaling dari sang pemberi karunia. ﴾ وَإِن تُصِبۡهُمۡ سَيِّئَةُۢ ﴿ "Dan jika mereka ditimpa kesusahan," seperti penyakit atau kemis-kinan atau lainnya ﴾ بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡ فَإِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ كَفُورٞ ﴿ "disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar." Artinya, tabiatnya adalah mengingkari nikmat-nikmat yang terda-hulu dan merasa murka terhadap kesusahan yang menimpanya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di