Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Az-Zukhruf : Ayat 59

"Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata, 'Manakah yang lebih baik, sesembahan-sesembahan kami atau dia (Isa).' Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepa-damu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang Hari Kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah aku. Inilah jalan yang lurus. Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Dan tatkala Isa datang membawa keterangan, dia berkata, 'Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelas-kan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku.' Sesung-guhnya Allah Dia-lah Rabbku dan Rabbmu, maka sembahlah Dia; ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka; lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zhalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat)." (Az-Zukhruf: 57-65).
Tafsir As-Sa'di
(59) Nabi Isa عليه السلام diutamakan dan predikatnya sebagai yang dekat dengan Allah سبحانه وتعالى sama sekali tidak menunjukkan adanya sesuatu yang membedakan antaranya dengan patung dan berhala dalam hal penyembahan selain Allah سبحانه وتعالى, itu hanyalah seperti yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِنۡ هُوَ إِلَّا عَبۡدٌ أَنۡعَمۡنَا عَلَيۡهِ ﴿ "Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat," berupa kenabian, hikmah, ilmu, dan amal, ﴾ وَجَعَلۡنَٰهُ مَثَلٗا لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil," di mana de-ngan Nabi Isa عليه السلام, mereka mengetahui Kuasa Allah سبحانه وتعالى yang men-ciptakannya tanpa ayah. Sedangkan Firman Allah سبحانه وتعالى,
﴾ إِنَّكُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمۡ لَهَا وَٰرِدُونَ 98 ﴿
"Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya." (Al-Anbiya`: 98), terdapat tiga hal untuk menjawabnya:
Pertama, Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِنَّكُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "Se-sungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah," ﴾ مَا﴿ adalah isim (noun) untuk sesuatu yang tidak berakal yang tidak mencakup Nabi Isa dan lainnya.
Kedua, dialog ini tertuju pada kaum musyrikin yang berada di Makkah dan sekitarnya. Mereka hanya menyembah patung dan berhala, tidak menyembah Nabi Isa عليه السلام.
Ketiga, Allah سبحانه وتعالى berfirman setelah ayat ni,
﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ سَبَقَتۡ لَهُم مِّنَّا ٱلۡحُسۡنَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ عَنۡهَا مُبۡعَدُونَ 101 ﴿
"Sesungguhnya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka." (Al-Anbiya`: 101), dan tidak diragukan bahwa Nabi Isa dan para nabi lain serta para wali termasuk dalam ayat ini.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di