Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Az-Zukhruf : Ayat 65

"Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata, 'Manakah yang lebih baik, sesembahan-sesembahan kami atau dia (Isa).' Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepa-damu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang Hari Kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah aku. Inilah jalan yang lurus. Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Dan tatkala Isa datang membawa keterangan, dia berkata, 'Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelas-kan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku.' Sesung-guhnya Allah Dia-lah Rabbku dan Rabbmu, maka sembahlah Dia; ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka; lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zhalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat)." (Az-Zukhruf: 57-65).
Tafsir As-Sa'di
(65) Ketika Nabi Isa عليه السلام datang kepada mereka dengan membawa risalah itu, ﴾ فَٱخۡتَلَفَ ٱلۡأَحۡزَابُ ﴿ "maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat)," mereka yang berpihak pada kedustaan, ﴾ مِنۢ بَيۡنِهِمۡۖ ﴿ "di antara mereka," masing-masing mengatakan perkataan batil tentang Nabi Isa dan menolak risalah yang dibawanya kecuali orang-orang beriman yang mendapat petunjuk Allah سبحانه وتعالى, mereka yang bersaksi atas kerasulannya dan membenarkan apa yang di-bawanya dan mengatakan bahwa Nabi Isa عليه السلام adalah hamba dan rasul Allah سبحانه وتعالى.
﴾ فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنۡ عَذَابِ يَوۡمٍ أَلِيمٍ ﴿ "Lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zhalim dari siksaan hari yang pedih (kiamat)," yaitu, alangkah besarnya kesedihan orang-orang zhalim dan alangkah besarnya kerugian mereka pada hari itu.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di