Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Ad-Dukhan : Ayat 15

Tafsir As-Sa'di
"Ha Mim. Demi Kitab (al-Qur`an) yang menjelaskan, se-sungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang di-berkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus (rasul-rasul), sebagai rahmat dari Rabb-mu. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, Rabb Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini. Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan. (Dia-lah) Rabb-mu dan Rabb bapak-bapakmu yang terdahulu. Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan. Maka tunggulah hari ke-tika langit membawa kabut yang nyata yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. (Mereka berdoa), 'Ya Rabb kami, lenyap-kanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman.' Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi pen-jelasan, kemudian mereka berpaling darinya dan berkata, 'Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila.' Sesungguhnya (kalau) Kami akan me-lenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar). (Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami ada-lah Pemberi balasan." (Ad-Dukhan: 1-16).

(10-16) ﴾ فَٱرۡتَقِبۡ ﴿ "Maka tunggulah," yakni, nantikanlah azab yang akan ditimpakan terhadap mereka karena waktunya telah dekat, ﴾ يَوۡمَ تَأۡتِي ٱلسَّمَآءُ بِدُخَانٖ مُّبِينٖ 10 يَغۡشَى ٱلنَّاسَۖ ﴿ "hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia," yakni, diliputi oleh kabut itu, di mana dikatakan kepada mereka, ﴾ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "Inilah azab yang pedih." Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud dari kabut ini.
Ada yang berpendapat bahwa kabut tersebut ialah yang meliputi manusia ketika neraka mendekati orang-orang berdosa pada Hari Kiamat, Allah سبحانه وتعالى mengancamkan siksa Hari Kiamat pada mereka dan memerintahkan nabiNya untuk menanti hari itu bersama mereka. Penafsiran ini dikuatkan bahwa cara tersebut adalah cara al-Qur`an dalam memberi ancaman kepada orang-orang kafir serta menakut-nakuti mereka akan azab pada hari itu, serta sebagai pelipur lara untuk para rasul dan orang-orang yang beriman dengan menanti orang-orang yang menyakiti mereka. Juga dikuatkan dengan Firman Allah سبحانه وتعالى dalam ayat berikut, ﴾ أَنَّىٰ لَهُمُ ٱلذِّكۡرَىٰ وَقَدۡ جَآءَهُمۡ رَسُولٞ مُّبِينٞ ﴿ "Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penje-lasan." Hal ini dikatakan pada Hari Kiamat untuk orang-orang kafir ketika mereka meminta untuk dikembalikan ke dunia, dijawab, "Waktu kembali sudah lenyap."
Yang lain menafsirkan, maksudnya adalah, kondisi yang me-nimpa orang-orang kafir Quraisy ketika mereka enggan beriman dan bersikap tinggi hati terhadap kebenaran hingga Nabi a men-doakan mereka,
اَللّٰهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَيْهِمْ بِسِنِيْنَ كَسِنِيْ يُوْسُفَ.
"Ya Allah, tolonglah aku atas mereka dengan (menimpakan mereka) tahun-tahun paceklik sebagaimana tahun-tahun paceklik Nabi Yusuf."[88]
Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengirimkan kelaparan hebat hingga orang-orang kafir Quraisy makan bangkai dan tulang, lalu mereka melihat semacam kabut di antara langit dan bumi padahal tidak ada, hal itu dikarenakan hebatnya rasa lapar.
Berdasarkan penafsiran di atas, maka maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, "Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata," adalah berkaitan dengan penglihatan serta apa yang mereka saksi-kan, padahal bukan kabut sesungguhnya. Mereka (orang-orang kafir Quraisy) tetap berada dalam kondisi seperti itu hingga mereka meminta belas kasih Rasulullah a dan memintanya agar berdoa kepada Allah سبحانه وتعالى untuk melenyapkan derita mereka. Rasulullah a berdoa kepada Rabbnya dan kesengsaraan dilenyapkan.
Atas penafsiran ini, maka maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِنَّا كَاشِفُواْ ٱلۡعَذَابِ قَلِيلًاۚ إِنَّكُمۡ عَآئِدُونَ ﴿ "Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar)," adalah pemberitahuan bahwa Allah سبحانه وتعالى akan melenyapkannya dari mereka dan ancaman bagi mereka bila kembali lagi pada kesombongan dan pendustaan, serta pemberitahuan akan terjadinya hal tersebut dan benar-benar terjadi. Dan Allah سبحانه وتعالى kelak akan menyiksa mereka dengan siksaan yang besar. Menurut para ahli tafsir yang dimak-sud adalah peristiwa Perang Badar. Dalam pendapat ini terdapat pandangan yang jelas.
Yang lain menafsirkan, hal itu merupakan salah satu tanda Kiamat. Di akhir zaman akan ada kabut yang mencabut nyawa manusia, orang-orang yang beriman akan terkena layaknya kabut.
Pendapat yang benar adalah pendapat pertama.[89] Dalam ayat ini terdapat kemungkinan bahwa yang dimaksud oleh Firman Allah سبحانه وتعالى,
﴾ فَٱرۡتَقِبۡ يَوۡمَ تَأۡتِي ٱلسَّمَآءُ بِدُخَانٖ مُّبِينٖ 10 يَغۡشَى ٱلنَّاسَۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٞ 11 رَّبَّنَا ٱكۡشِفۡ عَنَّا ٱلۡعَذَابَ إِنَّا مُؤۡمِنُونَ 12 أَنَّىٰ لَهُمُ ٱلذِّكۡرَىٰ وَقَدۡ جَآءَهُمۡ رَسُولٞ مُّبِينٞ 13 ثُمَّ تَوَلَّوۡاْ عَنۡهُ وَقَالُواْ مُعَلَّمٞ مَّجۡنُونٌ 14 ﴿
"Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih, (mereka berdoa), 'Ya Rabb kami, lenyapkanlah dari kami azab itu, sesungguhnya kami akan beriman.' Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan, ke-mudian mereka berpaling darinya dan berkata, 'Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila'," bahwa semua ini akan terjadi pada Hari Kiamat dan Firman Allah سبحانه وتعالى,
﴾ إِنَّا كَاشِفُواْ ٱلۡعَذَابِ قَلِيلًاۚ إِنَّكُمۡ عَآئِدُونَ 15 يَوۡمَ نَبۡطِشُ ٱلۡبَطۡشَةَ ٱلۡكُبۡرَىٰٓ إِنَّا مُنتَقِمُونَ 16 ﴿
"Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar). (Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan," akan menimpa orang-orang kafir Quraisy sebagaimana dijelaskan sebelumnya.
Dan bila ayat-ayat di atas diturunkan dengan kedua makna tersebut, maka tidak terdapat adanya sesuatu yang menghalangi-nya, justru kata-kata dalam ayat-ayat di atas sesuai dengan kedua makna tersebut. Dan inilah pendapat yang kuat menurut saya. Wallahu a'lam.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di