Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Ad-Dukhan : Ayat 24
"Sungguh sebelum mereka telah Kami uji kaum Fir'aun dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia, (dengan berkata), 'Serahkan kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil yang kamu perbudak). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dipercaya kepadamu, dan janganlah kamu menyombong-kan diri terhadap Allah. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata. Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Rabbku dan Rabbmu, dari keinginanmu me-rajamku, dan jika kamu tidak beriman kepadaku, maka biar-kanlah aku (memimpin Bani Israil).' Kemudian Musa berdoa kepada Rabbnya, 'Sesungguhnya mereka ini adalah kaum yang berdosa (segerakanlah azab kepada mereka).' (Allah berfirman), 'Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hambaKu pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar, dan biar-kanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan. Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan, dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah-indah, dan kesenangan-kesenangan yang mereka menikmatinya, demikianlah. Dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain. Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi tangguh. Dan sungguh telah Kami selamatkan Bani Israil dari siksaan yang menghinakan, dari (azab) Fir'aun. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang me-lampaui batas. Dan sungguh telah Kami pilih mereka dengan pengetahuan (Kami) atas bangsa-bangsa. Dan Kami telah mem-berikan kepada mereka di antara tanda-tanda kekuasaan (Kami) sesuatu yang di dalamnya terdapat nikmat yang nyata'." (Ad-Dukhan: 17-33).
Tafsir As-Sa'di
(24) ﴾ وَٱتۡرُكِ ٱلۡبَحۡرَ رَهۡوًاۖ ﴿ "Dan biarkanlah laut itu tetap terbelah," yaitu seperti kondisinya. Hal itu karena ketika Musa dan Bani Israil pergi di malam hari sebagaimana diperintahkan Allah سبحانه وتعالى dan diikuti oleh Fir'aun, Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Nabi Musa عليه السلام untuk memukul laut kemudian berubah menjadi dua belas jalan. Air laut yang ada di sela-sela jalan itu seperti gunung besar. Musa dan kaumnya pun melintas. Ketika mereka keluar dari laut, Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Nabi Musa عليه السلام untuk membiarkannya tetap terbelah agar dilintasi oleh Fir'aun dan bala tentaranya, ﴾ إِنَّهُمۡ جُندٞ مُّغۡرَقُونَ ﴿ "sesungguhnya me-reka adalah tentara yang akan ditenggelamkan." Ketika seluruh kaum Nabi Musa عليه السلام keluar dari air dan kaum Fir'aun masuk, Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Nabi Musa عليه السلام untuk memukul ke arah mereka dan mereka semua tenggelam dan meninggalkan semua kenikmatan dunia. Allah سبحانه وتعالى menjadikan Bani Israil yang pernah diperbudak oleh mereka sebagai yang mewarisi mereka.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di