Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Jathiya : Ayat 28

"Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan. Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipang-gil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. (Allah berfirman), 'Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan ter-hadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan.' Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih, maka Rabb mereka memasukkan mereka ke dalam rahmatNya (surga). Itu-lah keberuntungan yang nyata. Dan adapun orang-orang yang kafir (kepada mereka dikatakan), 'Maka apakah belum ada ayat-ayatKu yang dibacakan kepadamu lalu kamu menyombongkan diri dan kamu menjadi kaum yang berbuat dosa?' Dan apabila dikatakan (kepadamu), 'Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan hari berbangkit itu tidak ada keraguan padanya,' niscaya kamu menjawab, 'Kami tidak tahu apakah Hari Kiamat itu, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya).' Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh (azab) yang mereka selalu memperolok-olokkannya. Dan dikatakan (kepada mereka), 'Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong. Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidup-an dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertau-bat. Maka bagi Allah-lah segala puji, Rabb langit dan Rabb bumi, Rabb semesta alam. Dan bagiNyalah keagungan di langit dan di bumi, Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (Al-Jatsiyah: 27-37).
Tafsir As-Sa'di
(28) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى melukiskan kedahsyatan serta huru-hara Hari Kiamat, agar semua hambaNya waspada dan mem-persiapkan diri untuk menghadapinya seraya berfirman, ﴾ وَتَرَىٰ ﴿ "Dan (pada hari itu) kamu lihat," wahai semua yang melihat pada hari itu ﴾ كُلَّ أُمَّةٖ جَاثِيَةٗۚ ﴿ "tiap-tiap umat berlutut," di atas lutut mereka karena merasa takut dan menanti keputusan Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Mengua-sai dan Maha Pemurah. ﴾ كُلُّ أُمَّةٖ تُدۡعَىٰٓ إِلَىٰ كِتَٰبِهَا ﴿ "Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya," yakni, untuk menyaksikan syariat nabi mereka yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى, apakah mereka melaksanakan syariat itu sehingga akan mendapatkan pahala dan keselamatan, ataukah mereka menyia-nyiakan syariat tersebut se-hingga akan mendapatkan kerugian nyata? Umat Nabi Musa عليه السلام dipanggil untuk melihat syariat Nabi Musa عليه السلام, umat Nabi Isa عليه السلام juga demikian, umat Nabi Muhammad a juga demikian dan selu-ruh umat nabi lainnya. Semua umat dipanggil untuk melihat syariat yang dibebankan. Inilah salah satu kemungkinan yang terdapat dalam ayat ini yang benar secara makna dan tidak perlu diragukan.
Kemungkinan lain yang dimaksudkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ كُلُّ أُمَّةٖ تُدۡعَىٰٓ إِلَىٰ كِتَٰبِهَا ﴿ "Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amal-nya," yakni dipanggil untuk melihat catatan amal perbuatannya serta takdir yang digariskan untuk mereka, apakah kebaikan atau-kah keburukan. Setiap orang akan dibalas sesuai perbuatannya sendiri. Sama seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى,
﴾ مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا فَلِنَفۡسِهِۦۖ وَمَنۡ أَسَآءَ فَعَلَيۡهَاۖ ﴿
"Barangsiapa yang berbuat kebaikan, maka (balasan kebaikan itu) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat keburukan, maka (balasan keburukan itu) akan menimpa dirinya sendiri." (Fushshilat: 46).
Kemungkinan dua makna tersebut yang dimaksudkan oleh ayat di atas.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di