Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Jathiya : Ayat 37
"Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan. Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipang-gil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. (Allah berfirman), 'Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan ter-hadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan.' Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih, maka Rabb mereka memasukkan mereka ke dalam rahmatNya (surga). Itu-lah keberuntungan yang nyata. Dan adapun orang-orang yang kafir (kepada mereka dikatakan), 'Maka apakah belum ada ayat-ayatKu yang dibacakan kepadamu lalu kamu menyombongkan diri dan kamu menjadi kaum yang berbuat dosa?' Dan apabila dikatakan (kepadamu), 'Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan hari berbangkit itu tidak ada keraguan padanya,' niscaya kamu menjawab, 'Kami tidak tahu apakah Hari Kiamat itu, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya).' Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh (azab) yang mereka selalu memperolok-olokkannya. Dan dikatakan (kepada mereka), 'Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong. Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidup-an dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertau-bat. Maka bagi Allah-lah segala puji, Rabb langit dan Rabb bumi, Rabb semesta alam. Dan bagiNyalah keagungan di langit dan di bumi, Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (Al-Jatsiyah: 27-37).
Tafsir As-Sa'di
(37) ﴾ وَلَهُ ٱلۡكِبۡرِيَآءُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "Dan bagiNya-lah keagungan di langit dan di bumi." Artinya, hanya milikNya keluhuran, keagungan, dan pujian. Pujian mencakup sanjungan untuk Allah سبحانه وتعالى karena sifat-sifatNya yang sempurna, kecintaan, kemuliaan dan keagunganNya yang mencakup kebesaran dan keagunganNya. Ibadah dibangun diatas dua rukun; rasa cinta kepada Allah سبحانه وتعالى dan tunduk padaNya. Keduanya berasal dari pengetahuan tentang pujian, keluhuran dan kebesaran Allah سبحانه وتعالى.
﴾ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dia-lah Yang Mahaperkasa" atas segala sesuatu, ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "lagi Mahabijaksana," yakni meletakkan segala sesuatu pada tempatnya masing-masing. Allah سبحانه وتعالى tidak mensyariatkan se-suatu melainkan berdasarkan hikmah dan kemaslahatan dan tidak menciptakan sesuatu kecuali untuk suatu manfaat.
﴾ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dia-lah Yang Mahaperkasa" atas segala sesuatu, ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "lagi Mahabijaksana," yakni meletakkan segala sesuatu pada tempatnya masing-masing. Allah سبحانه وتعالى tidak mensyariatkan se-suatu melainkan berdasarkan hikmah dan kemaslahatan dan tidak menciptakan sesuatu kecuali untuk suatu manfaat.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di