Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Fath : Ayat 26
Tafsir As-Sa'di
"Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurun-kan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang Mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa dan mereka lebih berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al-Fath: 26).
(26) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِذۡ جَعَلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ ﴿ "Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka ke-sombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah," karena mereka menghapus tulisan "Bismillahirrahmanirrahim" serta melarang Rasulullah a dan orang-orang yang beriman untuk mendatangi Makkah pada tahun itu[91] agar orang-orang tidak mengatakan bahwa kaum Mus-limin berhasil masuk Makkah karena telah mengalahkan kaum Quraisy. Hal-hal semacam ini adalah termasuk kejahiliyahan yang tetap tertanam dalam benak mereka sehingga mendorong mereka melakukan berbagai kemaksiatan.
﴾ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang Mukmin," sehing-ga mereka tidak terpancing untuk menghadapi kaum musyrikin sebagaimana kaum musyrikin memperlakukan mereka dahulunya, tapi kaum Mukminin bersabar atas ketentuan Allah سبحانه وتعالى serta kon-sisten terhadap isi perjanjian yang berisi mengagungkan keharaman Allah سبحانه وتعالى meski apa pun yang terjadi, mereka tidak peduli terhadap perkataan dan celaan orang. ﴾ وَأَلۡزَمَهُمۡ كَلِمَةَ ٱلتَّقۡوَىٰ ﴿ "Dan Allah mewa-jibkan kepada mereka kalimat takwa," yaitu kalimat La ilaha illallah serta kewajiban-kewajiban yang dituntut oleh kalimat ini, mereka diharuskan menunaikannya. Dan mereka pun menunaikannya serta konsisten dalam menunaikannya. ﴾ وَكَانُوٓاْ أَحَقَّ بِهَا ﴿ "Dan mereka lebih berhak dengan kalimat takwa itu," daripada orang lain, ﴾ وَأَهۡلَهَاۚ ﴿ "dan patut memilikinya," yakni mereka adalah orang-orang yang berhak memilikinya karena Allah سبحانه وتعالى mengetahui kebaikan yang ada dalam hati mereka, dan karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(26) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِذۡ جَعَلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ ﴿ "Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka ke-sombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah," karena mereka menghapus tulisan "Bismillahirrahmanirrahim" serta melarang Rasulullah a dan orang-orang yang beriman untuk mendatangi Makkah pada tahun itu[91] agar orang-orang tidak mengatakan bahwa kaum Mus-limin berhasil masuk Makkah karena telah mengalahkan kaum Quraisy. Hal-hal semacam ini adalah termasuk kejahiliyahan yang tetap tertanam dalam benak mereka sehingga mendorong mereka melakukan berbagai kemaksiatan.
﴾ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang Mukmin," sehing-ga mereka tidak terpancing untuk menghadapi kaum musyrikin sebagaimana kaum musyrikin memperlakukan mereka dahulunya, tapi kaum Mukminin bersabar atas ketentuan Allah سبحانه وتعالى serta kon-sisten terhadap isi perjanjian yang berisi mengagungkan keharaman Allah سبحانه وتعالى meski apa pun yang terjadi, mereka tidak peduli terhadap perkataan dan celaan orang. ﴾ وَأَلۡزَمَهُمۡ كَلِمَةَ ٱلتَّقۡوَىٰ ﴿ "Dan Allah mewa-jibkan kepada mereka kalimat takwa," yaitu kalimat La ilaha illallah serta kewajiban-kewajiban yang dituntut oleh kalimat ini, mereka diharuskan menunaikannya. Dan mereka pun menunaikannya serta konsisten dalam menunaikannya. ﴾ وَكَانُوٓاْ أَحَقَّ بِهَا ﴿ "Dan mereka lebih berhak dengan kalimat takwa itu," daripada orang lain, ﴾ وَأَهۡلَهَاۚ ﴿ "dan patut memilikinya," yakni mereka adalah orang-orang yang berhak memilikinya karena Allah سبحانه وتعالى mengetahui kebaikan yang ada dalam hati mereka, dan karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di