Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Hujurat : Ayat 15
"Orang-orang Arab Badui itu berkata, 'Kami telah beriman.' Katakanlah (kepada mereka), 'Kamu belum beriman, tetapi kata-kanlah, 'Kami telah tunduk,' karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu taat kepada Allah dan RasulNya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; se-sungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'. Se-sungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. Katakanlah (kepada mereka), 'Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah menge-tahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.' Mereka telah merasa memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, 'Jangan-lah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislam-anmu, sebenarnya Allah, Dia-lah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar'. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi, dan Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Al-Hujurat: 14-18).
Tafsir As-Sa'di
(15) ﴾ إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman," yakni secara hakiki, i a l a h ﴾ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمۡ يَرۡتَابُواْ وَجَٰهَدُواْ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۚ ﴿ "orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah." Yakni, orang yang menyatukan antara keimanan terhadap Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya dengan jihad di jalan-Nya; sebab orang yang menegakkan jihad terhadap kaum kafir itu menunjukkan kesempurnaan imannya di dalam hati. Sebab orang yang memerangi kaum kafir atas nama Islam dan iman serta me-nunaikan syariat-syariat Allah سبحانه وتعالى itu, tentu sudah pasti telah ber-jihad terhadap dirinya sendiri. Orang yang tidak mampu berjihad menunjukkan kelemahan imannya. Dalam beriman, Allah سبحانه وتعالى men-syaratkan tidak adanya keraguan, karena iman yang bermanfaat itu adalah tekad bulat dan keyakinan terhadap perintah Allah سبحانه وتعالى untuk beriman padaNya yang tidak disertai dengan keraguan sedikit pun.
Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ ﴿ "Mereka itulah orang-orang yang benar," yakni, orang-orang yang membuktikan keimanan mereka dengan perbuatan-perbuatan baik. Kejujuran adalah pe-ngakuan besar terhadap segala hal yang diakui, dan orang yang jujur memerlukan hujjah dan bukti, dan bukti terbesar adalah klaim keimanan yang merupakan pusat kebahagiaan dan kemenangan abadi, maka siapa pun yang mengaku beriman dan mengerjakan kewajiban serta keharusan iman, maka ia adalah orang jujur dan Mukmin sejati. Sebaliknya orang yang tidak demikian halnya dapat diketahui bahwa pengakuannya tidak benar, sehingga pengakuan-nya tidak berguna sama sekali, sebab keimanan dalam hati itu hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى semata. Maka penegasan atau pena-fian keimanan (di sini) adalah tindakan yang mengajari Allah سبحانه وتعالى terhadap sesuatu yang ada di dalam hati dan ini merupakan etika dan dugaan yang tidak baik terhadap Allah سبحانه وتعالى.
Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ ﴿ "Mereka itulah orang-orang yang benar," yakni, orang-orang yang membuktikan keimanan mereka dengan perbuatan-perbuatan baik. Kejujuran adalah pe-ngakuan besar terhadap segala hal yang diakui, dan orang yang jujur memerlukan hujjah dan bukti, dan bukti terbesar adalah klaim keimanan yang merupakan pusat kebahagiaan dan kemenangan abadi, maka siapa pun yang mengaku beriman dan mengerjakan kewajiban serta keharusan iman, maka ia adalah orang jujur dan Mukmin sejati. Sebaliknya orang yang tidak demikian halnya dapat diketahui bahwa pengakuannya tidak benar, sehingga pengakuan-nya tidak berguna sama sekali, sebab keimanan dalam hati itu hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى semata. Maka penegasan atau pena-fian keimanan (di sini) adalah tindakan yang mengajari Allah سبحانه وتعالى terhadap sesuatu yang ada di dalam hati dan ini merupakan etika dan dugaan yang tidak baik terhadap Allah سبحانه وتعالى.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di