Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Hujurat : Ayat 2

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahu-lui Allah dan RasulNya dan bertakwalah kepada Allah. Sesung-guhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata padanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terha-dap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari. Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertak-wa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar." (Al-Hujurat: 1-3).
Tafsir As-Sa'di
(2) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَرۡفَعُوٓاْ أَصۡوَٰتَكُمۡ فَوۡقَ صَوۡتِ ٱلنَّبِيِّ وَلَا تَجۡهَرُواْ لَهُۥ بِٱلۡقَوۡلِ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata padanya dengan suara keras." Ini adalah adab terhadap Rasu-lullah a ketika berbicara dengan beliau. Artinya, orang yang ber-bicara dengan Rasulullah a tidak boleh meninggikan suaranya melebihi suara Rasulullah a dan tidak boleh mengeraskan suara di hadapan Rasulullah a, ketika berbicara dengan Rasulullah a suara harus dilirihkan dengan sopan, lembut seraya mengagung-kan dan memuliakan, karena Rasulullah a bukan seperti salah seorang dari kalian, untuk itu bedakanlah ketika berbicara dengan-nya sebagaimana kalian membedakan hak-haknya terhadap umat-nya, kalian wajib mencintainya dengan kecintaan di mana keimanan tidak bisa sempurna tanpanya. Karena tanpa melaksanakan hal itu dikhawatirkan akan bisa menggugurkan amalan seorang hamba sedangkan dia tidak merasa, sebagaimana beretika terhadap Rasu-lullah a juga merupakan salah satu penyebab mendapatkan pahala dan diterimanya amal.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di