Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Ma'ida : Ayat 11
Tafsir As-Sa'di
"Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nik-mat Allah (yang diberikanNya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka darimu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hendaknya hanya kepada Allah sajalah orang-orang Mukmin itu harus bertawakal." (Al-Ma`idah: 11).
(11) Allah mengingatkan hamba-hambaNya, kaum Muk-minin dengan nikmat-nikmatNya yang besar, dan mengajak mereka untuk mengingatnya dengan hati dan ucapan. Dan bahwasanya sebagaimana mereka menganggap pembunuhan terhadap musuh, merampas hartanya, negerinya dan menawannya sebagai nikmat, maka hendaknya mereka menganggap kenikmatanNya kepada mereka dalam bentuk ditahannya tangan-tangan jahat menjamah mereka dan digagalkannya tipu daya musuh-musuh menimpa mereka, juga sebagai nikmat. Karena para musuh telah berniat melakukan sesuatu dan mereka mengira mereka mampu melaku-kannya, jika mereka tidak mampu mewujudkan itu terhadap orang-orang Mukmin maka itu adalah pertolongan Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman; yang mana mereka selayaknya bersyukur kepada Allah atas itu, dan menyembahNya dan mengingatNya.
Ini mencakup siapa pun yang berniat jahat kepada orang-orang Mukmin, baik itu kafir, munafik atau pembangkang, di mana Allah menahan keburukannya dari orang-orang Mukmin, maka itu masuk di dalam ayat ini.
Kemudian Allah memerintahkan mereka melakukan sesuatu yang membantu mereka meraih kemenangan atas musuh mereka dan dalam segala urusan mereka, maka Dia berfirman,﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Dan hendaknya hanya kepada Allah sajalah orang-orang Mukmin itu harus bertawakal," yakni berpegang kepadaNya dalam mendatangkan kebaikan agama dan dunia dan berlepas diri (dari hanya berpedoman pada) daya dan kekuatan mereka. Hendaklah mereka percaya sepenuhnya kepada Allah dalam meraih harapan. Dan tawakal seorang hamba adalah sesuai dengan kadar imannya dan ia termasuk kewajiban hati yang disepakati.
(11) Allah mengingatkan hamba-hambaNya, kaum Muk-minin dengan nikmat-nikmatNya yang besar, dan mengajak mereka untuk mengingatnya dengan hati dan ucapan. Dan bahwasanya sebagaimana mereka menganggap pembunuhan terhadap musuh, merampas hartanya, negerinya dan menawannya sebagai nikmat, maka hendaknya mereka menganggap kenikmatanNya kepada mereka dalam bentuk ditahannya tangan-tangan jahat menjamah mereka dan digagalkannya tipu daya musuh-musuh menimpa mereka, juga sebagai nikmat. Karena para musuh telah berniat melakukan sesuatu dan mereka mengira mereka mampu melaku-kannya, jika mereka tidak mampu mewujudkan itu terhadap orang-orang Mukmin maka itu adalah pertolongan Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman; yang mana mereka selayaknya bersyukur kepada Allah atas itu, dan menyembahNya dan mengingatNya.
Ini mencakup siapa pun yang berniat jahat kepada orang-orang Mukmin, baik itu kafir, munafik atau pembangkang, di mana Allah menahan keburukannya dari orang-orang Mukmin, maka itu masuk di dalam ayat ini.
Kemudian Allah memerintahkan mereka melakukan sesuatu yang membantu mereka meraih kemenangan atas musuh mereka dan dalam segala urusan mereka, maka Dia berfirman,﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Dan hendaknya hanya kepada Allah sajalah orang-orang Mukmin itu harus bertawakal," yakni berpegang kepadaNya dalam mendatangkan kebaikan agama dan dunia dan berlepas diri (dari hanya berpedoman pada) daya dan kekuatan mereka. Hendaklah mereka percaya sepenuhnya kepada Allah dalam meraih harapan. Dan tawakal seorang hamba adalah sesuai dengan kadar imannya dan ia termasuk kewajiban hati yang disepakati.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di