Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Ma'ida : Ayat 110
"(Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan perkara rasul, lalu Allah bertanya (kepada mereka), 'Apa jawaban kaummu ter-hadap (seruan)mu?' Para rasul menjawab, 'Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu), sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib.' (Ingatlah), ketika Allah mengatakan, 'Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmatKu kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruh al-Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan se-sudah dewasa, dan (ingatlah) di waktu Aku mengajarmu al-Kitab, hikmah, Taurat, dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izinKu, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizinKu. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizinKu, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizinKu, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, 'Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata'." (Al-Ma`idah: 109-110).
Tafsir As-Sa'di
(110) ﴾ إِذۡ قَالَ ٱللَّهُ يَٰعِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ ٱذۡكُرۡ نِعۡمَتِي عَلَيۡكَ وَعَلَىٰ وَٰلِدَتِكَ ﴿ "(Ingatlah), ketika Allah mengatakan, 'Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmatKu kepadamu dan kepada ibumu'," maksudnya, ingatlah dengan hati dan lisanmu. Laksanakan kewajiban-kewajibannya sebagai bentuk bersyukur kepada Tuhanmu yang mana Dia telah memberimu nikmat-nikmat yang tidak diberikan kepada selainmu.﴾ إِذۡ أَيَّدتُّكَ بِرُوحِ ٱلۡقُدُسِ ﴿ "Di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruh al-Qudus." Yaitu di waktu Aku mendukungmu dengan wahyu yang menyucikanmu dan membersihkanmu sehingga kamu memiliki kekuatan untuk melaksanakan perintah Allah dan berdakwah di jalanNya.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ruh al-Qudus adalah Jibril, dan bahwa Allah membantu Isa dengannya, dia selalu menyertainya dan meneguhkannya dalam kondisi-kondisi sulit. ﴾ تُكَلِّمُ ٱلنَّاسَ فِي ٱلۡمَهۡدِ وَكَهۡلٗاۖ ﴿ "Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa." Yang dimaksud dengan berbicara di sini bukan sekedar berbicara yang biasa (bagi anak kecil), akan tetapi berbicara yang dimengerti bagi pembicara dan lawan bicara, yaitu dakwah kepada Allah, dan dalam bidang ini Isa memiliki apa yang dimiliki oleh saudara-saudaranya dari kalangan Rasul-rasul Ulul Azmi dalam bentuk penyampaian risalah pada waktu dewasa dan dakwah kepada ke-baikan serta larangan terhadap keburukan. Dia unggul dari mereka dengan dapat berbicara di waktu bayi, dia berkata,
﴾ إِنِّي عَبۡدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِيَ ٱلۡكِتَٰبَ وَجَعَلَنِي نَبِيّٗا 30 وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيۡنَ مَا كُنتُ وَأَوۡصَٰنِي بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ مَا دُمۡتُ حَيّٗا 31 ﴿
"Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup." (Maryam: 30-31).
﴾ وَإِذۡ عَلَّمۡتُكَ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ ﴿ "Dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu al-Kitab dan hikmah." Kitab ini meliputi kitab-kitab terdahulu, khususnya Taurat. Dia termasuk Nabi Bani Israil yang paling mengetahui tentangnya setelah Musa. Ia juga menguasai Injil yang Allah turunkan kepadanya. Dan hikmah adalah pengetahuan ten-tang rahasia-rahasia syariat, faidah-faidahnya, hukumnya, dakwah, dan pengajaran dengan baik dan memperhatikan apa yang harus diperhatikan sebaik-baiknya.
﴾ وَإِذۡ تَخۡلُقُ مِنَ ٱلطِّينِ كَهَيۡـَٔةِ ٱلطَّيۡرِ ﴿ "Dan (ingatlah pula) di waktu kamu mem-bentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung." Yakni berbentuk burung tanpa ruh. ﴾ فَتَنفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيۡرَۢا ﴿ "Kemudian kamu meniup pada-nya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya)," dengan izin Allah. ﴾ وَتُبۡرِئُ ٱلۡأَكۡمَهَ ﴿ "Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu." Yakni tanpa penglihatan dan tanpa mata. ﴾ وَٱلۡأَبۡرَصَ بِإِذۡنِيۖ وَإِذۡ تُخۡرِجُ ٱلۡمَوۡتَىٰ بِإِذۡنِيۖ ﴿ "Dan orang yang ber-penyakit sopak dengan seizinKu, dan (ingatlah) di waktu kamu menge-luarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizinKu."
Ini adalah bukti-bukti yang jelas dan mukjizat yang luar biasa di mana para dokter dan lain-lain tidak mampu melakukannya. Dengannya Allah mendukung dan menguatkan Isa dan dakwahnya. ﴾ وَإِذۡ كَفَفۡتُ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ عَنكَ إِذۡ جِئۡتَهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡهُمۡ ﴿ "Dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata," ketika ke-benaran datang kepada mereka yang didukung dengan keterangan-keterangan yang menuntun kepada iman, ﴾ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ﴿ "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata." Dan mereka ingin membunuh Isa dan berusaha untuk itu, maka Allah menahan tangan mereka dan menjaga serta melindungi Isa dari mereka.
Ini adalah nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada hamba dan RasulNya, Isa putra Maryam dan Dia mengajaknya untuk mensyukurinya dan menggunakannya (secara benar), maka dia pun menggunakannya dengan sebaik-baiknya, bersabar seperti saudara-saudaranya dari kalangan Ulul Azmi.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ruh al-Qudus adalah Jibril, dan bahwa Allah membantu Isa dengannya, dia selalu menyertainya dan meneguhkannya dalam kondisi-kondisi sulit. ﴾ تُكَلِّمُ ٱلنَّاسَ فِي ٱلۡمَهۡدِ وَكَهۡلٗاۖ ﴿ "Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa." Yang dimaksud dengan berbicara di sini bukan sekedar berbicara yang biasa (bagi anak kecil), akan tetapi berbicara yang dimengerti bagi pembicara dan lawan bicara, yaitu dakwah kepada Allah, dan dalam bidang ini Isa memiliki apa yang dimiliki oleh saudara-saudaranya dari kalangan Rasul-rasul Ulul Azmi dalam bentuk penyampaian risalah pada waktu dewasa dan dakwah kepada ke-baikan serta larangan terhadap keburukan. Dia unggul dari mereka dengan dapat berbicara di waktu bayi, dia berkata,
﴾ إِنِّي عَبۡدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِيَ ٱلۡكِتَٰبَ وَجَعَلَنِي نَبِيّٗا 30 وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيۡنَ مَا كُنتُ وَأَوۡصَٰنِي بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ مَا دُمۡتُ حَيّٗا 31 ﴿
"Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup." (Maryam: 30-31).
﴾ وَإِذۡ عَلَّمۡتُكَ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ ﴿ "Dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu al-Kitab dan hikmah." Kitab ini meliputi kitab-kitab terdahulu, khususnya Taurat. Dia termasuk Nabi Bani Israil yang paling mengetahui tentangnya setelah Musa. Ia juga menguasai Injil yang Allah turunkan kepadanya. Dan hikmah adalah pengetahuan ten-tang rahasia-rahasia syariat, faidah-faidahnya, hukumnya, dakwah, dan pengajaran dengan baik dan memperhatikan apa yang harus diperhatikan sebaik-baiknya.
﴾ وَإِذۡ تَخۡلُقُ مِنَ ٱلطِّينِ كَهَيۡـَٔةِ ٱلطَّيۡرِ ﴿ "Dan (ingatlah pula) di waktu kamu mem-bentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung." Yakni berbentuk burung tanpa ruh. ﴾ فَتَنفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيۡرَۢا ﴿ "Kemudian kamu meniup pada-nya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya)," dengan izin Allah. ﴾ وَتُبۡرِئُ ٱلۡأَكۡمَهَ ﴿ "Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu." Yakni tanpa penglihatan dan tanpa mata. ﴾ وَٱلۡأَبۡرَصَ بِإِذۡنِيۖ وَإِذۡ تُخۡرِجُ ٱلۡمَوۡتَىٰ بِإِذۡنِيۖ ﴿ "Dan orang yang ber-penyakit sopak dengan seizinKu, dan (ingatlah) di waktu kamu menge-luarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizinKu."
Ini adalah bukti-bukti yang jelas dan mukjizat yang luar biasa di mana para dokter dan lain-lain tidak mampu melakukannya. Dengannya Allah mendukung dan menguatkan Isa dan dakwahnya. ﴾ وَإِذۡ كَفَفۡتُ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ عَنكَ إِذۡ جِئۡتَهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡهُمۡ ﴿ "Dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata," ketika ke-benaran datang kepada mereka yang didukung dengan keterangan-keterangan yang menuntun kepada iman, ﴾ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ﴿ "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata." Dan mereka ingin membunuh Isa dan berusaha untuk itu, maka Allah menahan tangan mereka dan menjaga serta melindungi Isa dari mereka.
Ini adalah nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada hamba dan RasulNya, Isa putra Maryam dan Dia mengajaknya untuk mensyukurinya dan menggunakannya (secara benar), maka dia pun menggunakannya dengan sebaik-baiknya, bersabar seperti saudara-saudaranya dari kalangan Ulul Azmi.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di