Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Ma'ida : Ayat 30

"Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia (Qabil) berkata, 'Aku pasti membunuhmu!' Habil berkata, 'Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa. Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan meng-gerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguh-nya aku takut kepada Allah, Rabb seru sekalian alam. Sesung-guhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni nereka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zhalim.' Maka hawa nafsu Qabil menjadi-kannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dia membunuhnya, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepada-nya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan aurat (mayat) saudaranya. Berkata Qabil, 'Aduhai celaka aku, me-ngapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini.' Karena itu jadi-lah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal." (Al-Ma`idah: 27-31).
Tafsir As-Sa'di
(30) Ucapan itu tidak berhasil menyadarkan dan mem-buat takut calon pelaku pembunuhan yang kriminil itu, dia masih terus berniat dan bertekat bulat sehingga hawa nafsunya menye-retnya untuk membunuh saudaranya yang menurut pertimbangan syara' dan tabiat semestinya dihormati. ﴾ فَقَتَلَهُۥ فَأَصۡبَحَ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Maka dia membunuhnya, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi," merugi dunia dan akhirat, dan dia telah membuat contoh membunuh ini bagi setiap pembunuh. Dan barangsiapa memulai dengan sunnah yang buruk, maka dia memikul dosanya dan dosa orang yang melakukannya sampai Hari Kiamat. Oleh karena itu dalam hadits shahih Nabi ﷺ bersabda,
مَا مِنْ نَفْسٍ تُقْتَلُ إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الْأَوَّلِ شَطَرَ مِنْ دَمِهَا؛ لِأَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ سَنَّ الْقَتْلَ.
"Tiada satu jiwa pun yang dibunuh kecuali anak Adam yang per-tama (Qabil) menanggung bagian dosa, karena dia adalah orang yang pertama kali membuat contoh pembunuhan."[54]
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di