Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Ma'ida : Ayat 50
"Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur`an) dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelum-nya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu, maka putuskanlah per-kara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikanNya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberianNya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kamu semuanya kembali, lalu diberitahukanNya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu? Dan hendaklah kamu me-mutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak me-malingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturun-kan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghen-daki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan seba-gian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari-pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (Al-Ma`idah: 48-50).
Tafsir As-Sa'di
(50) ﴾ أَفَحُكۡمَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ يَبۡغُونَۚ ﴿ "Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki?" Maksudnya, apakah dengan berpaling dan menjauh-nya mereka darimu karena mereka mencari hukum jahiliyah? Hukum Jahiliyah itu adalah semua hukum yang bertentangan dengan apa yang diturunkan oleh Allah kepada RasulNya. Karena pilihan yang ada hanya hukum Allah dan RasulNya atau hukum jahiliyah. Siapa yang berpaling dari yang pertama, maka dia akan ditimpa oleh yang kedua yang berpijak kepada kebodohan, kezhaliman, dan kesewenang-wenangan. Oleh karena itu Allah menyatakannya jahiliyah. Adapun hukum Allah, maka ia berpijak kepada ilmu, keadilan, cahaya, dan petunjuk. ﴾ وَمَنۡ أَحۡسَنُ مِنَ ٱللَّهِ حُكۡمٗا لِّقَوۡمٖ يُوقِنُونَ ﴿ "Siapa yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?" Orang yang yakin adalah orang yang mengetahui perbedaan anta-ra dua hukum dan dia membedakan dengan keyakinannya kebaik-an dan kemuliaan yang ada pada hukum Allah, bahwa ia secara akal dan syariat wajib untuk diikuti. Keyakinan adalah ilmu yang sempurna yang mendorong kepada amal perbuatan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di