Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Az-Zariyat : Ayat 29

"Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yakni malaikat-malaikat) yang dimuliakan. (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, 'Salaman,' Ibrahim menjawab, 'Salamun' (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal. Maka dia pergi dengan diam-diam me-nemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar), lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim ber-kata, 'Silahkan kamu makan.' (Tetapi mereka tidak mau makan) karena itu Ibrahim merasa takut kepada mereka. Mereka berkata, 'Janganlah kamu takut,' dan mereka memberi kabar gembira kepa-danya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak). Kemu-dian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata, '(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul.' Mereka berkata, 'Demikianlah Rabbmu menfirmankan.' Sesungguhnya Dia-lah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengeta-hui. Ibrahim bertanya, 'Apakah urusanmu hai para utusan.' Mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth), agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah (yang keras), yang ditandai di sisi Rabbmu untuk (membina-sakan) orang-orang yang melampaui batas.' Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri. Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut pada siksa yang pedih'." (Adz-Dzariyat: 24-37).
Tafsir As-Sa'di
(29) Ketika istrinya mendengar berita gembira itu, ﴾ أَقْبَلَتْ﴿ "Ia datang," dengan penuh gembira, sambil ﴾ فِي صَرَّةٖ ﴿ "memekik," yakni, berteriak keras, ﴾ فَصَكَّتۡ وَجۡهَهَا ﴿ "lalu menepuk mukanya sendiri." Ini merupakan kebiasaan yang lazim dilakukan kaum wanita ketika merasa bahagia atau lainnya, baik berupa perkataan, maupun tin-dakan yang berbeda-beda berdasarkan watak dan adat, ﴾ وَقَالَتۡ عَجُوزٌ عَقِيمٞ ﴿ "seraya berkata, '(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul'." Artinya, bagaimana aku bisa akan punya anak sedangkan aku sudah tua, aku sudah berusia lanjut di mana wanita tidak bisa me-lahirkan dalam usia ini, di samping itu aku juga mandul, rahimku sama sekali tidak bisa dipakai untuk melahirkan. Ini adalah dua penghalang di mana masing-masing dari keduanya menghalangi seseorang untuk punya anak. Istri Ibrahim عليه السلام menyebutkan peng-halang ketiga sebagaimana yang disebutkan dalam surat Hud,
﴾ وَهَٰذَا بَعۡلِي شَيۡخًاۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٌ عَجِيبٞ 72 ﴿
"Dan ini suamiku dalam keadaan yang sudah tua pula. Sesungguh-nya ini benar-benar suatu yang sangat aneh." (Hud: 72).
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di