Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

At-Tur : Ayat 29

"Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu, disebabkan nikmat Rabbmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila. Bahkan mereka mengatakan, 'Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.' Kata-kanlah, 'Tunggulah, maka sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu.' Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas. Ataukah mereka mengatakan, 'Dia (Muhammad) membuat-buatnya.' Sebenarnya mereka tidak beriman. Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal al-Qur`an itu jika mereka orang-orang yang benar. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Rabbmu atau merekakah yang berkuasa? Atau-kah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang ghaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata. Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki. Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang. Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang ghaib lalu mereka menuliskannya. Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu, merekalah yang kena tipu daya. Ataukah mereka mempunyai sesembahan selain Allah? Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (Ath-Thur: 29-43).
Tafsir As-Sa'di
(29) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan RasulNya, Muhammad a, agar tetap mengingatkan seluruh manusia, baik yang beriman maupun yang kufur agar hujjah Allah سبحانه وتعالى tegak terhadap orang-orang yang zhalim dan supaya orang-orang yang mendapat per-tolongan bisa mengambil petunjuk dari peringatan itu. Allah سبحانه وتعالى juga memerintahkan agar RasulNya a tidak mempedulikan perkataan serta gangguan orang-orang musyrik dan yang mendustakan, me-reka yang menghalang-halangi orang untuk mengikuti RasulNya padahal mereka tahu bahwa Rasulullah a adalah orang yang paling jauh dari apa yang mereka tuduhkan dan dustakan, karena itulah Allah سبحانه وتعالى menafikan semua kekurangan yang dituduhkan pada RasulNya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَآ أَنتَ بِنِعۡمَتِ رَبِّكَ ﴿ "Dan kamu, di-sebabkan nikmat Rabbmu bukanlah," yakni karena karunia dan kelem-butanNya, ﴾ بِكَاهِنٖ ﴿ "seorang tukang tenung," yang memiliki khadam dari bangsa jin yang memberitahukan sebagian berita ghaib yang dicampuri seratus kebohongan, ﴾ وَلَا مَجۡنُونٍ ﴿ "dan bukan pula seorang gila," yang kehilangan akal, tapi engkau adalah orang yang paling sempurna akalnya, paling jauh dari setan, dan paling benar, engkau adalah orang yang paling mulia dan sempurna.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di