Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

At-Tur : Ayat 41

"Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu, disebabkan nikmat Rabbmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila. Bahkan mereka mengatakan, 'Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.' Kata-kanlah, 'Tunggulah, maka sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu.' Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas. Ataukah mereka mengatakan, 'Dia (Muhammad) membuat-buatnya.' Sebenarnya mereka tidak beriman. Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal al-Qur`an itu jika mereka orang-orang yang benar. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Rabbmu atau merekakah yang berkuasa? Atau-kah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang ghaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata. Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki. Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang. Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang ghaib lalu mereka menuliskannya. Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu, merekalah yang kena tipu daya. Ataukah mereka mempunyai sesembahan selain Allah? Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (Ath-Thur: 29-43).
Tafsir As-Sa'di
(41) ﴾ أَمۡ عِندَهُمُ ٱلۡغَيۡبُ فَهُمۡ يَكۡتُبُونَ ﴿ "Apakah ada pada sisi mereka pengeta-huan tentang yang ghaib lalu mereka menuliskannya?" Apakah mereka mengetahui hal itu dari alam ghaib sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang tidak diketahui Rasulullah a? Sehingga mereka menentang dan membangkang risalah yang dibawanya dari alam ghaib. Telah sama-sama diketahui bahwa mereka adalah kaum yang tidak bisa membaca dan menulis, serta bodoh dan tersesat, sedangkan Rasulullah a lah yang memiliki ilmu yang jauh lebih luas dari yang lainnya. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan berita yang ber-asal dari alam ghaib yang tidak diketahui oleh satu makhluk pun. Semua penjelasan tersebut melalui penalaran akal serta dalil naqli menunjukkan rusaknya perkataan dan gambaran mereka yang diketahui melalui cara yang paling jelas dan bebas dari sanggahan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di