Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

An-Najm : Ayat 2

"Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Qur`an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). Dia diajari oleh (Jibril) yang sangat kuat, yang mempunyai akal yang cerdas, dan dia (Jibril) menampakkan diri dengan rupa yang asli, sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (musyrikin Makkah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sungguh Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sungguh dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Rabbnya yang paling besar." (An-Najm: 1-18).
Tafsir As-Sa'di
(2) Tujuan sumpah pada ayat ini adalah penyucian untuk Rasulullah a dari kesesatan dalam ilmu dan tujuannya, karena Rasulullah a adalah orang yang mendapat petunjuk dalam ilmu-nya, berniat baik dan pemberi nasihat untuk manusia. Lain halnya dengan orang-orang sesat yang ilmunya rusak dan niatnya buruk, Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ صَاحِبُكُمۡ ﴿ "Kawanmu," agar mereka ingat keju-juran dan petunjuk yang ada pada Nabi Muhammad a, dan perihal tentang Muhammad a tidak samar bagi mereka.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di