Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

An-Najm : Ayat 35

Tafsir As-Sa'di
"Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari al-Qur`an), serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi. Apa-kah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan). Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa, dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji, (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada mem-peroleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sem-purna, dan bahwasanya kepada Rabbmulah kesudahan (segala sesuatu), dan bahwasanya Dia-lah yang menjadikan orang ter-tawa dan menangis, dan bahwasanya Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan, dan bahwasanya Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan dari air mani apa-bila dipancarkan. Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati), dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan. Dan bahwasanya Dia-lah Rabb (yang memiliki) bintang syi'ra, dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum 'Ad yang pertama, dan kaum Tsamud. Maka tidak seorang pun yang ditinggalkanNya (hidup). Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zhalim dan paling durhaka, dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah, lalu Allah menim-pakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya. Maka terhadap nikmat Rabbmu yang manakah kamu ragu-ragu? Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terdahulu. Telah dekat terjadinya Hari Kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah. Maka apakah kamu merasa heran terhadap pembe-ritaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis. Sedang kamu melengahkan(nya). Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)." (An-Najm: 33-62).

(33-35) Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa apakah engkau menge-tahui kondisi orang yang diperintah untuk menyembah Rabbnya dan mengesakanNya kemudian berpaling darinya? Meski jiwanya mengizinkan pada sebagian hal kecil, tapi hal itu tidak berlangsung lama, ia akan bersifat bakhil dan menahan hartanya. Kebaikan bukanlah sifat dan wataknya, tapi wataknya adalah berpaling dari ketaatan dan tidak tetap dalam mengerjakan kebaikan. Meski demikian, ia mengatakan bahwa dirinya bersih dan menempatkan dirinya pada posisi yang tidak sesuai dengan yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ أَعِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلۡغَيۡبِ فَهُوَ يَرَىٰٓ ﴿ "Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)," apa-kah ia mengetahui hal ghaib sehingga bisa memberitahukannya? Atau apakah itu hanya perkataan yang diada-adakan atas (nama) Allah سبحانه وتعالى dengan sembrono yang merangkum dua hal terlarang, yaitu menjelek-jelekkan diri dan menyuci-sucikan diri sebagaimana yang terjadi, karena ia sendiri mengetahui bahwa ia tidak mempu-nyai pengetahuan tentang hal ghaib. Andai pun ia mampu meng-aku-aku hal itu, maka pemberitahuan ghaib yang berada di tangan Rasulullah a, al-Ma'shum, menunjukkan hal sebaliknya dan itulah bukti atas kebatilan pengakuannya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di