Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Qamar : Ayat 26

Tafsir As-Sa'di
"Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata, 'Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.' Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina se-bagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguh-nya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka me-reka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rum-put-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 23-32).

(25-26) ﴾ أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا ﴿ "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Artinya, bagaimana bisa Allah سبحانه وتعالى meng-khususkan dia di antara kita semua dengan diberi peringatan (wahyu)? Apa keistimewaan dia sehingga diberi kekhususan di antara kita sekalian? Ini merupakan bantahan dari orang-orang yang mendustakan Allah سبحانه وتعالى, mereka senantiasa menjadikan per-kataan seperti itu untuk membantah seruan para rasul. Allah سبحانه وتعالى menanggapi syubhat tersebut melalui perkataan para rasul terhadap kaumnya,
﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 11 ﴿
"Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal'." (Ibrahim: 11).
Para rasul dikaruniai Allah سبحانه وتعالى sifat-sifat dan akhlak yang sem-purna, dengan sifat dan akhlak itu mereka layak menerima risalah Rabb mereka serta mendapatkan wahyu secara khusus. Di antara rahmat dan hikmah Allah سبحانه وتعالى adalah mengutus rasul dari kalangan manusia, andai para rasul berasal dari golongan malaikat, tentu manusia tidak bisa bertemu dengan mereka. Dan seandainya meng-utus para rasul dari kalangan malaikat, tentu Allah akan segera menimpakan azab bagi orang-orang yang mendustakan. Maksud dari perkataan kaum Tsamud kepada nabi mereka, Shaleh عليه السلام adalah sebagai pendustaan, karena itulah mereka diberi hukum seperti itu. Mereka berkata, ﴾ بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ﴿ "Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong." Artinya, orang yang banyak berdusta dan sombong. Semoga Allah سبحانه وتعالى memperburuk mereka; alangkah bodohnya pemikiran mereka dan alangkah zhalimnya mereka karena menanggapi orang-orang yang benar dan memberi nasihat dengan perkataan buruk.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di