Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Waqia : Ayat 17
Tafsir As-Sa'di
"Apabila terjadi Hari Kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beter-bangan, dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri. Alang-kah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang paling dahulu beriman. Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga-surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahta-kan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-ha-dapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbul-kan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam." (Al-Wa-qi'ah: 1-26).
(17-19) ﴾ يَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ﴿ "Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda," maksudnya anak-anak yang masih kecil yang sangat tampan dan menawan mengelilingi para penghuni surga untuk melayani mereka dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka,
﴾ كَأَنَّهُمۡ لُؤۡلُؤٞ مَّكۡنُونٞ 24 ﴿
"Seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan." (ath-Thur: 24), maksudnya tersimpan di mana tidak dijamah oleh sesuatu pun yang dapat merubahnya, mereka terciptakan untuk hidup abadi dan selamanya, dan mereka mengelilingi para penghuni surga dengan membawa bejana-bejana tempat minum mereka, ﴾ بِأَكۡوَابٖ ﴿ "dengan membawa gelas," yaitu tempat air minum yang tidak memi-liki pegangan, ﴾ وَأَبَارِيقَ ﴿ "dan cerek," yaitu tempat air yang memiliki pegangan, ﴾ وَكَأۡسٖ مِّن مَّعِينٖ ﴿ "dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir," maksudnya dari khamar yang lezat diminum lagi tidak memabukkan, ﴾ لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡهَا ﴿ "mereka tidak pening karenanya," maksudnya bahwa khamar tersebut tidak membuat mereka pusing sebagaimana khamar dunia membuat pusing kepala orang yang meminumnya, dan tidak juga mereka ﴾ يُنزِفُونَ ﴿ "mabuk," maksudnya akal mereka tidaklah pergi melayang-layang (karena meminumnya), sebagaimana yang ditimbulkan oleh khamar dunia. Intinya bahwa segala macam bentuk kenikmatan di surga yang menurut jenisnya ada di dunia, maka yang ada di akhirat tidaklah mengandung kerusakan dan tidak pula membinasakan, sebagai-mana Firman Allah سبحانه وتعالى,
﴾ فِيهَآ أَنۡهَٰرٞ مِّن مَّآءٍ غَيۡرِ ءَاسِنٖ وَأَنۡهَٰرٞ مِّن لَّبَنٖ لَّمۡ يَتَغَيَّرۡ طَعۡمُهُۥ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ خَمۡرٖ لَّذَّةٖ لِّلشَّٰرِبِينَ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ عَسَلٖ مُّصَفّٗىۖ ﴿
"Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring." (Muhammad: 15).
Di dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang khamar surga dan menafikan darinya segala macam kerusakan yang didapatkan pada khamar dunia.
(17-19) ﴾ يَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ﴿ "Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda," maksudnya anak-anak yang masih kecil yang sangat tampan dan menawan mengelilingi para penghuni surga untuk melayani mereka dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka,
﴾ كَأَنَّهُمۡ لُؤۡلُؤٞ مَّكۡنُونٞ 24 ﴿
"Seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan." (ath-Thur: 24), maksudnya tersimpan di mana tidak dijamah oleh sesuatu pun yang dapat merubahnya, mereka terciptakan untuk hidup abadi dan selamanya, dan mereka mengelilingi para penghuni surga dengan membawa bejana-bejana tempat minum mereka, ﴾ بِأَكۡوَابٖ ﴿ "dengan membawa gelas," yaitu tempat air minum yang tidak memi-liki pegangan, ﴾ وَأَبَارِيقَ ﴿ "dan cerek," yaitu tempat air yang memiliki pegangan, ﴾ وَكَأۡسٖ مِّن مَّعِينٖ ﴿ "dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir," maksudnya dari khamar yang lezat diminum lagi tidak memabukkan, ﴾ لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡهَا ﴿ "mereka tidak pening karenanya," maksudnya bahwa khamar tersebut tidak membuat mereka pusing sebagaimana khamar dunia membuat pusing kepala orang yang meminumnya, dan tidak juga mereka ﴾ يُنزِفُونَ ﴿ "mabuk," maksudnya akal mereka tidaklah pergi melayang-layang (karena meminumnya), sebagaimana yang ditimbulkan oleh khamar dunia. Intinya bahwa segala macam bentuk kenikmatan di surga yang menurut jenisnya ada di dunia, maka yang ada di akhirat tidaklah mengandung kerusakan dan tidak pula membinasakan, sebagai-mana Firman Allah سبحانه وتعالى,
﴾ فِيهَآ أَنۡهَٰرٞ مِّن مَّآءٍ غَيۡرِ ءَاسِنٖ وَأَنۡهَٰرٞ مِّن لَّبَنٖ لَّمۡ يَتَغَيَّرۡ طَعۡمُهُۥ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ خَمۡرٖ لَّذَّةٖ لِّلشَّٰرِبِينَ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ عَسَلٖ مُّصَفّٗىۖ ﴿
"Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring." (Muhammad: 15).
Di dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang khamar surga dan menafikan darinya segala macam kerusakan yang didapatkan pada khamar dunia.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di