Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Waqia : Ayat 2

Tafsir As-Sa'di
"Apabila terjadi Hari Kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beter-bangan, dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri. Alang-kah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang paling dahulu beriman. Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga-surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahta-kan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-ha-dapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbul-kan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam." (Al-Wa-qi'ah: 1-26).

(1-3) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kondisi kiamat yang pasti terjadi, di mana ﴾ لَيۡسَ لِوَقۡعَتِهَا كَاذِبَةٌ ﴿ "terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal)," maksudnya, tidak ada keraguan padanya, karena telah nampak bukti-buktinya, baik secara akal maupun dalil al-Qur`an dan as-Sunnah. Dan kemahabijaksanaanNya telah menunjukkan bahwa, ﴾ خَافِضَةٞ رَّافِعَةٌ ﴿ "(kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)," maksudnya, meren-dahkan (sebagian) manusia di tempat paling rendah dan meninggi-kan sebagian manusia lain di tempat yang paling tinggi. Atau bisa pula bermakna, ia merendahkan suaranya sehingga memperdengar-kan yang dekat, dan meninggikan suaranya sehingga memperde-ngarkan yang jauh.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di