Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-Waqia : Ayat 32

Tafsir As-Sa'di
"Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terben-tang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami men-ciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian." (Al-Waqi'ah: 27-40).

(27-34) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa yang telah Dia persiapkan bagi golongan kanan seraya berfirman, ﴾ وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ ﴿ "Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu," maksudnya kedudukan dan kondisi mereka amatlah agung, ﴾ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ ﴿ "berada di antara pohon bidara yang tidak berduri," mak-sudnya tidak memiliki duri dan ranting yang tidak enak dipandang lagi membahayakan, dan digantikan di tempat tersebut dengan buah yang baik (lezat dan bermanfaat). Dan pohon bidara itu me-miliki keistimewaan, yakni pohonnya yang sangat rindang nan teduh dan biasa digunakan sebagai tempat beristirahat. ﴾ وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ ﴿ "Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)." اَلطَّلْحُ adalah se-buah pohon yang telah dikenal di kalangan masyarakat, yaitu po-hon besar yang biasanya didapati di daerah pedalaman yang pada pelepahnya tersusun buahnya yang enak dan lezat. ﴾ وَمَآءٖ مَّسۡكُوبٖ ﴿ "Dan air yang tercurah," maksudnya di dalam surga banyak didapati mata air dan sungai-sungai yang mengalir terus menerus. ﴾ وَفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ 32 لَّا مَقۡطُوعَةٖ وَلَا مَمۡنُوعَةٖ 33 ﴿ "Dan buah-buahan yang banyak, yang tidak ber-henti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya," maksudnya, buah-buahan tersebut tidaklah seperti yang ada di dunia, di mana dalam waktu tertentu akan berhenti berbuah dan tidak bisa dipetik, arti-nya tidak mudah bagi orang yang ingin menikmatinya (setiap kali mau). Akan tetapi buah-buahan di surga itu akan selalu ada dan dapat dipetik dari dekat, di mana seorang hamba penghuni surga akan dapat mengambilnya dalam keadaan apa pun. ﴾ وَفُرُشٖ مَّرۡفُوعَةٍ ﴿ "Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk" yakni memiliki ketebalan (ketinggian) yang melebihi semua kasur yanga ada (di dunia), dan kasur-kasur tersebut terbuat dari sutra, emas dan mutiara, serta dari sesuatu yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah سبحانه وتعالى.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di