Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Waqia : Ayat 6
Tafsir As-Sa'di
"Apabila terjadi Hari Kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beter-bangan, dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri. Alang-kah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang paling dahulu beriman. Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga-surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahta-kan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-ha-dapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbul-kan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam." (Al-Wa-qi'ah: 1-26).
(4-6) ﴾ إِذَا رُجَّتِ ٱلۡأَرۡضُ رَجّٗا ﴿ "Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya," maksudnya, digerakkan dan diobrak-abrik, ﴾ وَبُسَّتِ ٱلۡجِبَالُ بَسّٗا ﴿ "dan gunung-gunung dihancur-luluhkan sehancur-hancurnya" maksudnya diluluh-lantakkan, ﴾ فَكَانَتۡ هَبَآءٗ مُّنۢبَثّٗا ﴿ "maka jadilah ia debu yang beterbangan" sehingga di bumi tidak ada gunung atau tanda apa pun, datar sama sekali, kamu tidak melihat tempat yang rendah maupun yang tinggi sama sekali padanya.
(4-6) ﴾ إِذَا رُجَّتِ ٱلۡأَرۡضُ رَجّٗا ﴿ "Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya," maksudnya, digerakkan dan diobrak-abrik, ﴾ وَبُسَّتِ ٱلۡجِبَالُ بَسّٗا ﴿ "dan gunung-gunung dihancur-luluhkan sehancur-hancurnya" maksudnya diluluh-lantakkan, ﴾ فَكَانَتۡ هَبَآءٗ مُّنۢبَثّٗا ﴿ "maka jadilah ia debu yang beterbangan" sehingga di bumi tidak ada gunung atau tanda apa pun, datar sama sekali, kamu tidak melihat tempat yang rendah maupun yang tinggi sama sekali padanya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di