Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Waqia : Ayat 89
Tafsir As-Sa'di
"Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketentraman dan rizki serta surga kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam neraka. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. Maka bertas-bihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Mahabesar." (Al-Waqi'ah: 88-96).
(88-89) Di awal surat Allah سبحانه وتعالى telah menyebutkan keadaan tiga golongan, yakni: al-Muqarrabin (orang-orang yang didekatkan kepada Allah), golongan kanan dan golongan pendusta yang sesat di negeri akhirat yang kekal, kemudian di akhir surat ini Allah سبحانه وتعالى menyebutkan keadaan mereka ketika sakaratul maut dan ketika meninggal dunia. Allah berfirman, ﴾ فَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ ﴿ "Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah)" maksudnya, apabila orang yang meninggal itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah, yang mana mereka adalah orang-orang yang mendekatkan diri kepadaNya dengan melaksa-nakan hal-hal yang diwajibkan dan dianjurkan, serta meninggalkan hal-hal yang diharamkan, yang dimakruhkan dan hal-hal mubah yang tidak bermanfaat, ﴾ فَـ ﴿ "maka" bagi mereka ﴾ رَوْحٌ﴿ "ketentram-an" yakni kenyamanan, ketenangan, kebahagiaan, kesenangan, serta kenikmatan jiwa dan raga, ﴾ وَرَيۡحَانٞ ﴿ "dan rizki" yaitu sebuah nama yang mencakup segala kenikmatan jasmani berupa berbagai macam jenis makanan, minuman dan selainnya. Ada juga yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-Raihan (rizki) yaitu apa-apa yang baik yang telah dikenal di kalangan masyarakat, sehingga ia merupakan pengungkapan (ta'bir) dengan jenis sesuatu dari jenisnya yang umum. ﴾ وَجَنَّتُ نَعِيمٖ ﴿ "Serta surga kenikmatan" ka-limat yang ketiga ini merupakan penghimpun dua hal yang telah disebutkan di atas, di mana di dalamnya terdapat berbagai macam kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbesit dalam benak se-orang pun.
Di dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى memberi kabar gembira kepada orang-orang yang didekatkan kepadaNya ketika sedang sakaratul maut dengan kabar gembira ini, yaitu sebuah kabar gembira yang hampir-hampir membuat ruh itu terbang karena begitu gembira dan bahagianya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman,
﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ 30 نَحۡنُ أَوۡلِيَآؤُكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَشۡتَهِيٓ أَنفُسُكُمۡ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ 31 نُزُلٗا مِّنۡ غَفُورٖ رَّحِيمٖ 32 ﴿
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kami-lah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat, di dalam-nya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Fushshilat: 30-32).
Dan Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi juga berfirman,
﴾ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿
"Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (da-lam kehidupan) di akhirat." (Yunus: 64).
Dan telah ditafsirkan bahwa kabar gembira yang disebutkan di atas di dalam ayat itu adalah kabar gembira di dalam kehidupan dunia.
(88-89) Di awal surat Allah سبحانه وتعالى telah menyebutkan keadaan tiga golongan, yakni: al-Muqarrabin (orang-orang yang didekatkan kepada Allah), golongan kanan dan golongan pendusta yang sesat di negeri akhirat yang kekal, kemudian di akhir surat ini Allah سبحانه وتعالى menyebutkan keadaan mereka ketika sakaratul maut dan ketika meninggal dunia. Allah berfirman, ﴾ فَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ ﴿ "Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah)" maksudnya, apabila orang yang meninggal itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah, yang mana mereka adalah orang-orang yang mendekatkan diri kepadaNya dengan melaksa-nakan hal-hal yang diwajibkan dan dianjurkan, serta meninggalkan hal-hal yang diharamkan, yang dimakruhkan dan hal-hal mubah yang tidak bermanfaat, ﴾ فَـ ﴿ "maka" bagi mereka ﴾ رَوْحٌ﴿ "ketentram-an" yakni kenyamanan, ketenangan, kebahagiaan, kesenangan, serta kenikmatan jiwa dan raga, ﴾ وَرَيۡحَانٞ ﴿ "dan rizki" yaitu sebuah nama yang mencakup segala kenikmatan jasmani berupa berbagai macam jenis makanan, minuman dan selainnya. Ada juga yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-Raihan (rizki) yaitu apa-apa yang baik yang telah dikenal di kalangan masyarakat, sehingga ia merupakan pengungkapan (ta'bir) dengan jenis sesuatu dari jenisnya yang umum. ﴾ وَجَنَّتُ نَعِيمٖ ﴿ "Serta surga kenikmatan" ka-limat yang ketiga ini merupakan penghimpun dua hal yang telah disebutkan di atas, di mana di dalamnya terdapat berbagai macam kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbesit dalam benak se-orang pun.
Di dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى memberi kabar gembira kepada orang-orang yang didekatkan kepadaNya ketika sedang sakaratul maut dengan kabar gembira ini, yaitu sebuah kabar gembira yang hampir-hampir membuat ruh itu terbang karena begitu gembira dan bahagianya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman,
﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ 30 نَحۡنُ أَوۡلِيَآؤُكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَشۡتَهِيٓ أَنفُسُكُمۡ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ 31 نُزُلٗا مِّنۡ غَفُورٖ رَّحِيمٖ 32 ﴿
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kami-lah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat, di dalam-nya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Fushshilat: 30-32).
Dan Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi juga berfirman,
﴾ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿
"Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (da-lam kehidupan) di akhirat." (Yunus: 64).
Dan telah ditafsirkan bahwa kabar gembira yang disebutkan di atas di dalam ayat itu adalah kabar gembira di dalam kehidupan dunia.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di