Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-Hadid : Ayat 10
"Berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan nafkah-kanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah pada-hal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Rabbmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman. Dia-lah yang menurunkan kepada hambaNya ayat-ayat yang terang (al-Qur`an) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesung-guhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu. Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (kemenangan). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Hadid: 7-10).
Tafsir As-Sa'di
(10) ﴾ وَمَا لَكُمۡ أَلَّا تُنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi," maksud-nya, apa gerangan yang mencegah kalian untuk membelanjakan harta di jalan Allah سبحانه وتعالى yang merupakan jalan seluruh kebaikan, mengapa kalian bersikap kikir padahal kalian sama sekali tidak memiliki apa pun, tapi ﴾ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Allah-lah yang mempu-sakai (mempunyai) langit dan bumi," dan seluruhnya akan berpindah dari tangan kalian atau dipindahkan dari kalian kemudian kepe-milikannya akan berpindah pada Pemilik sejatiNya yang Mahasuci dan Mahatinggi. Untuk itu manfaatkan harta kalian untuk berinfak selagi masih berada di tangan kalian dan gunakanlah kesempatan tersebut secara maksimal.
Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan perbedaan tingkat amal ber-dasarkan kondisi dan hikmah ilahiyah seraya berfirman, ﴾ لَا يَسۡتَوِي مِنكُم مَّنۡ أَنفَقَ مِن قَبۡلِ ٱلۡفَتۡحِ وَقَٰتَلَۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَعۡظَمُ دَرَجَةٗ مِّنَ ٱلَّذِينَ أَنفَقُواْ مِنۢ بَعۡدُ وَقَٰتَلُواْۚ ﴿ "Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan. Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu."
Yang dimaksud penaklukan (kemenangan) dalam ayat ini adalah perjanjian Hudaibiyah, pada saat terjadinya perjanjian antara Rasulullah a dengan kaum Quraisy yang merupakan penaklukan (kemenangan) terbesar, sehingga Islam pun tersebar luas, kaum Muslimin juga berbaur dengan orang-orang kafir untuk diseru masuk ke dalam Agama Islam tanpa adanya halangan apa pun. Kala itu tidak sedikit orang-orang masuk Islam secara bergelom-bang, sehingga Islam menjadi kuat dan besar.
Sebelum terjadinya perjanjian Hudaibiyah ini, Kaum Muslimin sama sekali tidak mampu menyeru orang-orang untuk masuk Islam selain di tempat-tempat yang penduduknya telah masuk Islam sebelumnya seperti Madinah dan sekelilingnya. Dan sebelum ter-jadinya perjanjian Hudaibiyah ini, orang-orang yang masuk Islam yang berada di kawasan kafir mendapatkan siksaan dan merasa takut. Karena itu, orang yang masuk Islam sebelum peristiwa Hudaibiyah, membelanjakan harta serta berjihad, itu pahalanya lebih besar dari orang yang masuk Islam, berperang dan membe-lanjakan hartanya setelah peristiwa Hudaibiyah sesuai kebijakan Allah سبحانه وتعالى. Karena itulah sebagian besar generasi pertama yang masuk Islam serta para pembesar sahabat masuk Islam sebelum penaklukan Hudaibiyah.
Mengingat pembedaan pahala amal antara kedua masa terse-but bisa menimbulkan kesalahpahaman yang membuat seseorang meremehkan amalan yang pahalanya lebih kecil, Allah سبحانه وتعالى mencegah pintu kesalahpahaman tersebut seraya berfirman, ﴾ وَكُلّٗا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ ﴿ "Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik." Maksudnya, orang-orang yang masuk Islam, berjihad dan berinfak, baik sebelum maupun sesudah kemenangan Hudaibiyah, semuanya dijanjikan surga oleh Allah سبحانه وتعالى karena Allah سبحانه وتعالى bersaksi atas keimanan mereka dan menjanjikan surga bagi mereka, ﴾ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ﴿ "dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan," Allah سبحانه وتعالى akan membalas masing-masing dari kalian berdasarkan amalan yang dikerjakan.
Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan perbedaan tingkat amal ber-dasarkan kondisi dan hikmah ilahiyah seraya berfirman, ﴾ لَا يَسۡتَوِي مِنكُم مَّنۡ أَنفَقَ مِن قَبۡلِ ٱلۡفَتۡحِ وَقَٰتَلَۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَعۡظَمُ دَرَجَةٗ مِّنَ ٱلَّذِينَ أَنفَقُواْ مِنۢ بَعۡدُ وَقَٰتَلُواْۚ ﴿ "Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan. Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu."
Yang dimaksud penaklukan (kemenangan) dalam ayat ini adalah perjanjian Hudaibiyah, pada saat terjadinya perjanjian antara Rasulullah a dengan kaum Quraisy yang merupakan penaklukan (kemenangan) terbesar, sehingga Islam pun tersebar luas, kaum Muslimin juga berbaur dengan orang-orang kafir untuk diseru masuk ke dalam Agama Islam tanpa adanya halangan apa pun. Kala itu tidak sedikit orang-orang masuk Islam secara bergelom-bang, sehingga Islam menjadi kuat dan besar.
Sebelum terjadinya perjanjian Hudaibiyah ini, Kaum Muslimin sama sekali tidak mampu menyeru orang-orang untuk masuk Islam selain di tempat-tempat yang penduduknya telah masuk Islam sebelumnya seperti Madinah dan sekelilingnya. Dan sebelum ter-jadinya perjanjian Hudaibiyah ini, orang-orang yang masuk Islam yang berada di kawasan kafir mendapatkan siksaan dan merasa takut. Karena itu, orang yang masuk Islam sebelum peristiwa Hudaibiyah, membelanjakan harta serta berjihad, itu pahalanya lebih besar dari orang yang masuk Islam, berperang dan membe-lanjakan hartanya setelah peristiwa Hudaibiyah sesuai kebijakan Allah سبحانه وتعالى. Karena itulah sebagian besar generasi pertama yang masuk Islam serta para pembesar sahabat masuk Islam sebelum penaklukan Hudaibiyah.
Mengingat pembedaan pahala amal antara kedua masa terse-but bisa menimbulkan kesalahpahaman yang membuat seseorang meremehkan amalan yang pahalanya lebih kecil, Allah سبحانه وتعالى mencegah pintu kesalahpahaman tersebut seraya berfirman, ﴾ وَكُلّٗا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ ﴿ "Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik." Maksudnya, orang-orang yang masuk Islam, berjihad dan berinfak, baik sebelum maupun sesudah kemenangan Hudaibiyah, semuanya dijanjikan surga oleh Allah سبحانه وتعالى karena Allah سبحانه وتعالى bersaksi atas keimanan mereka dan menjanjikan surga bagi mereka, ﴾ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ﴿ "dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan," Allah سبحانه وتعالى akan membalas masing-masing dari kalian berdasarkan amalan yang dikerjakan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di