Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-An'am : Ayat 108

"Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supa-ya (orang-orang yang beriman mendapat petunjuk) dan yang meng-akibatkan orang-orang musyrik berkata, 'Kamu telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab),' dan supaya Kami menjelaskan al-Qur`an itu kepada orang-orang yang mengetahui. Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan(Nya). Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka, dan kamu sekali-kali bukanlah pemeli-hara bagi mereka.[63] Dan janganlah kamu memaki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik peker-jaan mereka. Kemudian mereka kembali kepada Tuhan mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan." (Al-An'am: 105-108).
Tafsir As-Sa'di
(108) Allah melarang orang-orang Mukmin dari satu per-kara yang pada dasarnya dibolehkan bahkan dianjurkan, yaitu mencela tuhan-tuhan milik orang-orang musyrik yang disembah dan dipertuhankan bersama Allah, di mana menghinanya dan men-celanya mendekatkan kepada Allah. Akan tetapi karena celaan terhadap tuhan mereka merupakan jalan bagi mereka untuk men-cela Allah, Rabbul alamin, yang mana Dia harus disucikan dari se-gala aib, cacat, celaan, dan hinaan, maka Allah melarang mencela tuhan-tuhan kaum musyrikin, karena mereka membela dan fanatik kepada agamanya. Karena Allah menghiasi amal setiap umat, maka mereka memandangnya baik, membelanya, dan memperjuangkan-nya dengan berbagai cara bahkan mereka mencela Allah, -Rabbul alamin di mana keagunganNya telah terpatri di hati orang-orang baik dan durhaka- apabila kaum Muslimin mencelanya. Akan te-tapi tempat kembali semua manusia pada Hari Kiamat adalah kepada Allah. Mereka akan menghadap kepadaNya, amal-amal mereka akan disodorkan lalu Dia akan menjelaskan kepada mereka kebaikan dan keburukan apa yang mereka lakukan.
Ayat yang mulia ini adalah dalil bagi kaidah syar'i yaitu bahwa sarana ditimbang dengan tujuannya, sarana kepada yang haram -walaupun pada dasarnya dibolehkan- adalah haram jika ia menye-ret kepada keburukan.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di