Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-An'am : Ayat 111
"Mereka bersumpah dengan Nama Allah dengan segala kesung-guhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mukjizat, pastilah mereka beriman kepadaNya. Katakanlah, 'Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah.' Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman? Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka sebagaimana mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada permulaannya dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat." (Al-An'am: 109-110).
"Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya me-reka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-An'am: 111).
"Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya me-reka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-An'am: 111).
Tafsir As-Sa'di
(111) Begitu pula mereka menggantungkan iman kepada keinginan dan kehendak mereka semata tanpa bersandar kepada Allah, itu adalah kesalahan besar. Jika mukjizat-mukjizat besar da-tang kepada mereka seperti turunnya para malaikat kepada mereka, mereka memberi kesaksian kepada Rasulullah tentang risalah yang dibawanya, dialog mereka dengan orang-orang mati dan kebang-kitan mereka setelah mereka mati, dan Kami kumpulkan segala mukjizat di hadapan mereka sehingga ia berbicara kepada mereka berhadap-hadapan, melihat langsung tentang kebenaran sesuatu yang dibawa oleh Rasul, semua itu tidak membuat mereka beriman jika Allah tidak menghendaki mereka beriman.
Akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui, oleh karena itu, mereka hanya menggantungkan iman mereka kepada turunnya mukjizat, padahal sesuai dengan tuntutan akal dan ilmu, hendaknya tujuan seorang hamba adalah ketundukan kepada kebe-naran, hendaknya dia mencarinya dengan cara yang telah dijelaskan oleh Allah lalu mengamalkannya dan memohon pertolongan kepada Tuhannya dalam mengikutinya, bukan bersandar kepada dirinya, kepada daya dan kekuatannya serta tidak menuntut turunnya muk-jizat-mukijizat yang justru tidak ada manfaat padanya.
Akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui, oleh karena itu, mereka hanya menggantungkan iman mereka kepada turunnya mukjizat, padahal sesuai dengan tuntutan akal dan ilmu, hendaknya tujuan seorang hamba adalah ketundukan kepada kebe-naran, hendaknya dia mencarinya dengan cara yang telah dijelaskan oleh Allah lalu mengamalkannya dan memohon pertolongan kepada Tuhannya dalam mengikutinya, bukan bersandar kepada dirinya, kepada daya dan kekuatannya serta tidak menuntut turunnya muk-jizat-mukijizat yang justru tidak ada manfaat padanya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di