Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-An'am : Ayat 136

"Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka ber-kata sesuai dengan persangkaan mereka, 'Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami.' Maka sajian-sajian yang diperuntuk-kan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah, dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu. Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadi-kan kebanyakan dari orang-orang yang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan agama mereka. Dan kalau Allah menghen-daki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan sesuatu yang mereka ada-adakan. Dan mereka menga-takan, 'Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang, tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki,' menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan me-nungganginya dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah di waktu menyembelihnya, semata-mata membuat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka atas apa yang selalu mereka ada-adakan. Dan mereka mengata-kan, 'Apa yang dalam perut binatang ternak ini adalah khusus untuk pria kami, dan diharamkan atas wanita kami,' dan jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, maka pria dan wanita sama-sama boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas mereka atas ke-tetapan mereka. Sesungguhnya Allah Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Sungguh rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan lagi tidak mengetahui, dan mereka meng-haramkan sesuatu yang telah Allah rizkikan kepada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sungguh mereka telah sesat, dan tidaklah mereka mendapat petunjuk." (Al-An'am: 136-140).
Tafsir As-Sa'di
(136) Allah menyampaikan kebodohan akal, kerancuan pemikiran dan kebodohan yang mendalam yang dimiliki oleh orang-orang musyrik yang mendustakan Nabi. Allah membongkar sedi-kit khurafat mereka untuk memperingatkan kesesatan mereka, dan agar ia diwaspadai, dan bahwa penentangan dari orang-orang se-misal mereka terhadap kebenaran yang dibawa oleh Rasul sama sekali tidak menodainya, karena mereka tidak layak untuk meng-hadapi kebenaran. Allah menjelaskan sebagian dari itu, bahwa mereka ﴾ وَجَعَلُواْ لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ ٱلۡحَرۡثِ وَٱلۡأَنۡعَٰمِ نَصِيبٗا ﴿ "memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah." Sementara sesembahan mereka juga mendapatkan satu bagian, padahal sebenarnya Allah-lah yang menciptakan dan meng-adakan rizki untuk hamba-hambaNya, maka mereka menggabung-kan antara dua perkara dosa yang dikhawatirkan bahkan tiga:
Pertama, jasa mereka kepada Allah dengan memberikan ba-gian untukNya meskipun mereka meyakini bahwa itu adalah sukarela dari mereka.
Kedua, menyamakan sesembahan itu dengan Allah padahal sesembahan itu tidak memberi mereka rizki dan tidak mencipta-kan sedikit pun darinya.
Ketiga, keputusan mereka yang tidak adil bahwa mereka tidak mempedulikan dan tidak memperhatikan sesuatu yang diberikan kepada Allah walaupun ia sampai kepada sesembahan-sesembahan mereka. Sebaliknya yang diberikan kepada sesembahan-sesem-bahan, maka mereka menjaga dan memperhatikannya, dan tidak sedikit pun yang sampai kepada Allah darinya. Hal itu jika mereka mendapatkan rizki dari tanaman, buah-buahan, dan ternak mereka, maka mereka membaginya menjadi dua bagian. Satu bagian me-reka katakan, "Ini untuk Allah," menurut klaim mereka, karena jika tidak, maka Allah tidak menerima kecuali apa yang diikhlaskan demi WajahNya. Dia tidak menerima amal orang yang menyekutu-kanNya, sedangkan bagian lain, maka mereka menjadikannya se-bagai bagian untuk sesembahan-sesembahan mereka dalam bentuk berhala dan tandingan-tandingan. Mereka tidak mempedulikan jika sesuatu yang mereka peruntukkan bagi Allah sampai dan bercam-pur dengan sesuatu yang mereka peruntukkan untuk selainNya.
Mereka berkata, "Allah tidak membutuhkannya." Maka me-reka tidak mengembalikannya (kepada Allah). Sebaliknya jika sesuatu yang mereka peruntukkan bagi sesembahan-sesembahan bercampur dengan sesuatu yang mereka peruntukkan bagi Allah, maka mereka memisahkannya dan mengembalikannya ke tempat-nya, maka mereka berkata, "Ia miskin, bagiannya harus dikembali-kan." Adakah hukum yang lebih buruk dan lebih zhalim daripada ini, di mana mereka bersungguh-sungguh, menjaga dan mengikhlas-kan diri untuk sesuatu yang diberikan kepada makhluk sementara sebaliknya pada hak Allah?
Ayat yang mulia ini bisa pula ditafsirkan dengan hadits yang ada dalam ash-Shahih dari Nabi bahwa Nabi bersabda,
قَالَ اللّٰهُ: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ أَشْرَكَ مَعِيْ شَيْئًا تَرَكْتُهُ وَشَرِيْكَهُ.
"Allah berfirman, 'Aku adalah sekutu (maksudnya dalam anggap-an mereka) yang tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa menyekutu-kanKu dengan sesuatu, maka Aku meninggalkannya dan sekutunya'."[65]
Jadi makna ayat ini adalah, bahwa sesuatu yang mereka per-untukkan dan persembahkan untuk berhala-berhala adalah ibadah yang murni kepada selain Allah. Allah tidak mendapatkan sedikit pun darinya. Apa yang menurut klaim mereka diperuntukkan bagi Allah, maka ia tetap tidak sampai kepadaNya karena itu adalah kesyirikan. Ia adalah bagian bagi sesembahan-sesembahan dan tandingan-tandingan itu, karena Allah tidak memerlukannya, dan Dia tidak menerima amal yang padanya terdapat unsur syirik de-ngan salah satu makhlukNya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di