Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-An'am : Ayat 164

"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik.' Katakanlah, 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup-ku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagiNya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepada-ku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).' Katakanlah, 'Apakah aku akan mencari tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seseorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri, dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakanNya kepadamu apa yang kamu perselisihkan?' Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi, dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang sesuatu yang diberikanNya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaanNya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-An'am: 161-165).
Tafsir As-Sa'di
(164) ﴾ قُلۡ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ أَبۡغِي رَبّٗا ﴿ "Katakanlah, 'Apakah aku akan mencari tuhan selain Allah'." Maksudnya, apakah aku akan mencari tuhan selain Allah dari kalangan makhluk. Layakkah itu bagiku. Baikkah itu bagiku kalau aku menjadikan selainNya sebagai pendidik dan pengaturku sementara Dia adalah Tuhan segala sesuatu? Semua makhluk berada di bawah rububiyahNya dan tunduk kepada perin-tahNya, maka wajib atasku dan atas selainku menjadikan Allah sebagai Tuhan, ridha kepadaNya dan agar tidak bergantung kepada para makhluk yang miskin lagi lemah. Kemudian Allah mendo-rong dan memperingatkan kita dengan balasan itu. Dia berfirman, ﴾ وَلَا تَكۡسِبُ كُلُّ نَفۡسٍ ﴿ "Dan tidaklah seseorang membuat sesuatu," yang baik dan yang buruk ﴾ إِلَّا عَلَيۡهَاۚ ﴿ "melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri." Sebagaimana Firman Allah,
﴾ مَّنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا فَلِنَفۡسِهِۦۖ وَمَنۡ أَسَآءَ فَعَلَيۡهَاۗ ﴿
"Barangsiapa yang mengerjakan amal yang shalih, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri." (Fushshilat: 46).
﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۚ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain." Akan tetapi masing-masing memikul dosanya sendiri-sendiri. Jika seseorang menjadi penyebab kesesatan dan dosa orang lain, maka dia memikul dosa sebagai penyebab tanpa mengurangi dosa pelaku sedikit pun. ﴾ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرۡجِعُكُمۡ ﴿ "Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali," pada Hari Kiamat.﴾ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ فِيهِ تَخۡتَلِفُونَ ﴿ "Dan akan diberitakanNya kepadamu apa yang kamu perseli-sihkan." Baik dan buruk, dan membalasmu dengan itu dengan sem-purna.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di