Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di
Al-An'am : Ayat 19
"Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Katakanlah, 'Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia yang memberi makan dan tidak diberi makan?' Katakanlah, 'Se-sungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang per-tama kali menyerahkan diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu termasuk golongan orang-orang musyrik.' Katakanlah, 'Sesungguhnya aku takut azab hari yang besar (Hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku'. Barangsiapa yang dijauhkan azab darinya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata. Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas tiap-tiap sesuatu. Dan Dia-lah yang berkuasa atas sekalian hamba-hambaNya. Dan Dia-lah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Katakanlah, 'Siapakah yang lebih kuat persaksian-nya?' Katakanlah, 'Allah.' Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan al-Qur`an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang mana al-Qur`an sampai (kepadanya). Apakah kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah? Katakanlah, 'Aku tidak mengakui.' Katakanlah, 'Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).' Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah)." (Al-An'am: 13-20).
Tafsir As-Sa'di
(19) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka tatkala Kami menje-laskan petunjuk kepada mereka dan menerangkan kepada mereka jalan-jalan, ﴾ أَيُّ شَيۡءٍ أَكۡبَرُ شَهَٰدَةٗۖ ﴿ "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Di atas dasar agung ini. ﴾ قُلِ ٱللَّهُۖ ﴿ "Katakanlah, 'Allah'," yang lebih kuat persaksianNya, karena Dia ﴾ شَهِيدُۢ بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡۚ ﴿ "menjadi saksi antara aku dan kamu." Tiada yang lebih kuat dan lebih besar persaksiannya daripada Dia. Dia bersaksi untukku dengan persetujuan dan per-buatanNya. Dia menyetujui apa yang aku ucapkan kepadamu sebagaimana Allah berfirman,
﴾ وَلَوۡ تَقَوَّلَ عَلَيۡنَا بَعۡضَ ٱلۡأَقَاوِيلِ 44 لَأَخَذۡنَا مِنۡهُ بِٱلۡيَمِينِ 45 ثُمَّ لَقَطَعۡنَا مِنۡهُ ٱلۡوَتِينَ 46 ﴿
"Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perka-taan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya." (Al-Haqqah: 44-46).
Allah Mahabijaksana lagi Maha Berkuasa. Tidak layak -dengan kebijaksanaan dan kekuasaanNya- Dia membiarkan pendusta atas namaNya dengan klaim bahwa Allah mengutusnya padahal Dia tidak mengutusnya, bahwa Allah memerintahkannya berdakwah kepada manusia padahal Dia tidak memerintahkannya, bahwa Allah menghalalkan untuknya harta, darah, dan wanita orang-orang yang menyelisihinya. Dengan kebohongannya tersebut, maka tidak layak Allah membenarkannya dengan pengakuan dan per-buatanNya. Lalu Dia mendukungnya dengan ayat-ayat yang jelas dan mukjizat-mukjizat yang mengagumkan, menolongnya dan melecehkan orang yang menyelisihi dan memusuhinya. Adakah persaksian yang lebih besar dari ini?
FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ لِأُنذِرَكُم بِهِۦ وَمَنۢ بَلَغَۚ ﴿ "Dan al-Qur`an ini di-wahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepada-mu dan kepada orang-orang yang mana al-Qur`an sampai (kepadanya)." Maksudnya, Allah mewahyukan al-Qur`an yang mulia ini kepa-daku untuk kebaikan dan kemaslahatanmu, dan dengannya aku memberimu peringatan adanya hukuman yang pedih. Peringatan itu dengan menyebutkan sesuatu yang mereka diperingatkan darinya yang meliputi targhib (anjuran) dan tarhib (ancaman) dan penjelasan tentang perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan lahir dan batin, di mana barangsiapa yang melakukannya, maka dia telah menerima peringatan.
Al-Qur`an ini mengandung peringatan bagimu wahai orang-orang yang al-Qur`an ini berbicara kepadanya dan orang-orang yang mana al-Qur`an sampai kepadanya hingga Hari Kiamat; di dalamnya terdapat penjelasan tentang tuntutan-tuntutan ilahiyah yang diperlukan.
Manakala Allah menjelaskan kesaksianNya yang merupakan kesaksian terbesar atas tauhid, Dia berfirman, "Katakanlah kepada orang-orang yang menentang berita Allah dan yang mendustakan rasul-rasulNya, ﴾ أَئِنَّكُمۡ لَتَشۡهَدُونَ أَنَّ مَعَ ٱللَّهِ ءَالِهَةً أُخۡرَىٰۚ قُل لَّآ أَشۡهَدُۚ ﴿ 'Apakah kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah?' Kata-kanlah, 'Aku tidak mengakui'."
Maksudnya, jika mereka bersaksi maka janganlah kamu ber-saksi bersama mereka. Bandingkan antara kesaksian Allah yang paling benar FirmanNya, Tuhan semesta alam disertai kesaksian makhluk tersuci yang ditopang dengan bukti-bukti yang kuat dan argumen-argumen yang valid atas keesaan Allah semata tanpa sekutu bagiNya dengan kesaksian orang-orang musyrik yang akal dan agamanya rusak, pendapat dan akalnya kacau dan mengun-dang tertawaan orang-orang yang berakal kepada mereka, bahkan kesaksian mereka menyelisihi fitrah mereka, dan ucapan-ucapan mereka saling bertentangan dalam menetapkan bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah, padahal tidak ada syubhat yang paling ringan yang menyelisihi pendapat mereka, apalagi jika ada argu-men kuat. Jika kamu berakal, maka pilihlah untuk dirimu satu dari dua kesaksian sementara kami sendiri memilih untuk kami syariat yang Allah pilih untuk NabiNya yang Allah perintahkan kepada kami agar meneladaninya. Allah berfirman, ﴾ قُل لَّآ أَشۡهَدُۚ قُلۡ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa'." Tidak ada yang berhak disembah dan dipertuhankan selain-Nya sebagaimana Dia adalah Esa dalam penciptaan dan penga-turan. ﴾ وَإِنَّنِي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)," berupa berhala-berhala, sesembahan-sesembahan lain dan semua yang disekutukan dengan Allah. Inilah hakikat tauhid penetapan ketuhanan kepada Allah dan menafikannya dari selainNya.
﴾ وَلَوۡ تَقَوَّلَ عَلَيۡنَا بَعۡضَ ٱلۡأَقَاوِيلِ 44 لَأَخَذۡنَا مِنۡهُ بِٱلۡيَمِينِ 45 ثُمَّ لَقَطَعۡنَا مِنۡهُ ٱلۡوَتِينَ 46 ﴿
"Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perka-taan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya." (Al-Haqqah: 44-46).
Allah Mahabijaksana lagi Maha Berkuasa. Tidak layak -dengan kebijaksanaan dan kekuasaanNya- Dia membiarkan pendusta atas namaNya dengan klaim bahwa Allah mengutusnya padahal Dia tidak mengutusnya, bahwa Allah memerintahkannya berdakwah kepada manusia padahal Dia tidak memerintahkannya, bahwa Allah menghalalkan untuknya harta, darah, dan wanita orang-orang yang menyelisihinya. Dengan kebohongannya tersebut, maka tidak layak Allah membenarkannya dengan pengakuan dan per-buatanNya. Lalu Dia mendukungnya dengan ayat-ayat yang jelas dan mukjizat-mukjizat yang mengagumkan, menolongnya dan melecehkan orang yang menyelisihi dan memusuhinya. Adakah persaksian yang lebih besar dari ini?
FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ لِأُنذِرَكُم بِهِۦ وَمَنۢ بَلَغَۚ ﴿ "Dan al-Qur`an ini di-wahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepada-mu dan kepada orang-orang yang mana al-Qur`an sampai (kepadanya)." Maksudnya, Allah mewahyukan al-Qur`an yang mulia ini kepa-daku untuk kebaikan dan kemaslahatanmu, dan dengannya aku memberimu peringatan adanya hukuman yang pedih. Peringatan itu dengan menyebutkan sesuatu yang mereka diperingatkan darinya yang meliputi targhib (anjuran) dan tarhib (ancaman) dan penjelasan tentang perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan lahir dan batin, di mana barangsiapa yang melakukannya, maka dia telah menerima peringatan.
Al-Qur`an ini mengandung peringatan bagimu wahai orang-orang yang al-Qur`an ini berbicara kepadanya dan orang-orang yang mana al-Qur`an sampai kepadanya hingga Hari Kiamat; di dalamnya terdapat penjelasan tentang tuntutan-tuntutan ilahiyah yang diperlukan.
Manakala Allah menjelaskan kesaksianNya yang merupakan kesaksian terbesar atas tauhid, Dia berfirman, "Katakanlah kepada orang-orang yang menentang berita Allah dan yang mendustakan rasul-rasulNya, ﴾ أَئِنَّكُمۡ لَتَشۡهَدُونَ أَنَّ مَعَ ٱللَّهِ ءَالِهَةً أُخۡرَىٰۚ قُل لَّآ أَشۡهَدُۚ ﴿ 'Apakah kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah?' Kata-kanlah, 'Aku tidak mengakui'."
Maksudnya, jika mereka bersaksi maka janganlah kamu ber-saksi bersama mereka. Bandingkan antara kesaksian Allah yang paling benar FirmanNya, Tuhan semesta alam disertai kesaksian makhluk tersuci yang ditopang dengan bukti-bukti yang kuat dan argumen-argumen yang valid atas keesaan Allah semata tanpa sekutu bagiNya dengan kesaksian orang-orang musyrik yang akal dan agamanya rusak, pendapat dan akalnya kacau dan mengun-dang tertawaan orang-orang yang berakal kepada mereka, bahkan kesaksian mereka menyelisihi fitrah mereka, dan ucapan-ucapan mereka saling bertentangan dalam menetapkan bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah, padahal tidak ada syubhat yang paling ringan yang menyelisihi pendapat mereka, apalagi jika ada argu-men kuat. Jika kamu berakal, maka pilihlah untuk dirimu satu dari dua kesaksian sementara kami sendiri memilih untuk kami syariat yang Allah pilih untuk NabiNya yang Allah perintahkan kepada kami agar meneladaninya. Allah berfirman, ﴾ قُل لَّآ أَشۡهَدُۚ قُلۡ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa'." Tidak ada yang berhak disembah dan dipertuhankan selain-Nya sebagaimana Dia adalah Esa dalam penciptaan dan penga-turan. ﴾ وَإِنَّنِي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)," berupa berhala-berhala, sesembahan-sesembahan lain dan semua yang disekutukan dengan Allah. Inilah hakikat tauhid penetapan ketuhanan kepada Allah dan menafikannya dari selainNya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di