Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-An'am : Ayat 52

"Dan berilah peringatan dengan ayat yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpun kepada Tuhannya (pada Hari Kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelin-dung dan pemberi syafa'at pun selain dari Allah, agar mereka bertakwa. Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang me-nyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki WajahNya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka, dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zhalim. Dan demikianlah, telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata, 'Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?' (Allah berfirman), 'Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?' Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, 'Salamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas DiriNya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakan-nya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.' Dan demikianlah Kami te-rangkan ayat-ayat al-Qur`an, (supaya jelas jalan orang-orang yang shalih) dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa." (Al-An'am: 51-55).
Tafsir As-Sa'di
(52) ﴾ وَلَا تَطۡرُدِ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّهُم بِٱلۡغَدَوٰةِ وَٱلۡعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُۥۖ ﴿ "Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki WajahNya." Janganlah kamu mengusir orang-orang ahli ibadah dan ikhlas dari dirimu dan dari teman bergaulmu karena kamu ingin bergaul dengan se-lain mereka. (Janganlah kamu mengusir) orang-orang yang selalu berdoa kepada Tuhan mereka dengan doa ibadah melalui dzikir, shalat, dan lain-lain serta doa permintaan di awal dan akhir siang, dan yang mereka cari adalah Wajhullah.
Mereka tidak mempunyai tujuan selain tujuan yang mulia ini, mereka tidak layak untuk diusir dan diacuhkan. Justru mereka berhak untuk diberikan loyalitas, dicintai, dibantu, dan didekati, karena mereka adalah manusia pilihan -walaupun mereka adalah orang-orang miskin- orang-orang mulia dalam arti sebenarnya, walaupun di mata manusia mereka diremehkan.
﴾ مَا عَلَيۡكَ مِنۡ حِسَابِهِم مِّن شَيۡءٖ وَمَا مِنۡ حِسَابِكَ عَلَيۡهِم مِّن شَيۡءٖ ﴿ "Kamu tidak memi-kul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka, dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu." Maksudnya, masing-masing memiliki hisab dan amalnya yang baik dan yang buruk, ﴾ فَتَطۡرُدَهُمۡ فَتَكُونَ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zhalim." Rasulullah telah benar-benar menaati perintah ini, jika orang-orang Mukmin yang miskin duduk bersamanya, maka beliau menyabarkan dirinya terhadap mereka, bergaul baik dengan mereka, bersikap ramah, berperilaku baik, dan mendekatkan diri-nya kepada mereka, bahkan mereka adalah mayoritas ahli maje-lisnya.
Penyebab turunnya ayat-ayat ini adalah bahwa beberapa kalangan orang-orang Quraisy atau orang-orang Arab yang keras berkata kepada Nabi, "Jika kamu ingin kami beriman dan meng-ikutimu, maka usirlah fulan dan fulan -orang-orang fakir dari kalangan sahabat- karena kami malu jika orang-orang Arab meli-hat kami duduk dengan orang-orang miskin itu."[62] Karena begitu inginnya Nabi mengislamkan mereka, dan agar mereka meng-ikutinya, maka hatinya mempunyai kecenderungan ke sana, maka Allah memperingatkannya dengan ayat-ayat ini dan sejenisnya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di