Memuat Tafsir...
Tafsir As-Sa'di

Al-An'am : Ayat 54

"Dan berilah peringatan dengan ayat yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpun kepada Tuhannya (pada Hari Kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelin-dung dan pemberi syafa'at pun selain dari Allah, agar mereka bertakwa. Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang me-nyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki WajahNya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka, dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zhalim. Dan demikianlah, telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata, 'Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?' (Allah berfirman), 'Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?' Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, 'Salamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas DiriNya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakan-nya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.' Dan demikianlah Kami te-rangkan ayat-ayat al-Qur`an, (supaya jelas jalan orang-orang yang shalih) dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa." (Al-An'am: 51-55).
Tafsir As-Sa'di
(54) Manakala Allah melarang mengusir kaum Mukminin yang patuh, maka Dia memerintahkannya untuk memuliakan me-reka dengan cara menghormati, menghargai, dan mengagungkan mereka. Allah berfirman, ﴾ وَإِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِـَٔايَٰتِنَا فَقُلۡ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡۖ ﴿ "Apa-bila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, 'Salamun alaikum'." Maksudnya, jika orang-orang Mukmin datang kepadamu, maka hormatilah mereka, sambutlah mereka, terimalah mereka dengan salam penghormatan, sampai-kan kepada mereka berita gembira berupa rahmat Allah dan ke-luasan karuniaNya yang bisa memompa semangat dan keinginan mereka, doronglah mereka kepada semua jalan dan sebab yang mengantarkan kepadanya. Takut-takutilah mereka dari melaku-kan dosa secara terus menerus, perintahkan mereka agar bertau-bat dari dosa-dosa supaya mereka mendapatkan ampunan dan karunia Allah.
Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ كَتَبَ رَبُّكُمۡ عَلَىٰ نَفۡسِهِ ٱلرَّحۡمَةَ أَنَّهُۥ مَنۡ عَمِلَ مِنكُمۡ سُوٓءَۢا بِجَهَٰلَةٖ ثُمَّ تَابَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ وَأَصۡلَحَ ﴿ "Tuhanmu telah menetapkan atas DiriNya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat se-telah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan," maksudnya, di samping meninggalkan dosa, menyesal, dan berhenti darinya, dia juga berupaya memperbaiki amal, menunaikan apa yang Allah wajibkan dan menambal amal-amal lahir batin yang rusak, jika semua itu ada, ﴾ فَأَنَّهُۥ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "maka sesungguhnya Allah Maha Peng-ampun lagi Maha Penyayang." Yakni, Dia mencurahkan ampunan dan rahmatNya berdasarkan apa yang mereka lakukan terhadap perintahNya.
Sumber: QuranEnc — Tafsir As-Sa'di